AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Layanan Visa Umrah Dibuka, Berikut Saran Pihak Travel pada Calon Jamaah Indonesia

SYARIAH
Widya Michella
Kamis, 09 Desember 2021 06:13 WIB
Sejumlah penyelenggara perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) beri penjelasan pada calon jamaaah umrah terkait sudah dibukanya sistem visa umrah.  
Layanan Visa Umrah Dibuka, Berikut Saran Pihak Travel pada Calon Jamaah Indonesia (Dok.MNC Media)
Layanan Visa Umrah Dibuka, Berikut Saran Pihak Travel pada Calon Jamaah Indonesia (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Terkait dibukanya kembali layanan visa umrah jamaah haji asal Indonesia oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, hal tersebut turut disambut baik oleh sejumlah penyelenggara perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). 

Menanggapi hal tersebut, Sekjen Kesatuan Tour Travel Haji Umrah Republik Indonesia (Kesthuri) Artha Hanif menyampaikan dengan dibukanya sistem layanan visa umrah, maka Indonesia dapat kembali memberangkatkan jamaah ke tanah suci. 

"Kalau seseorang sudah mendapatkan visa, kemudian mereka juga sudah mendapatkan vaksin lengkap dan hasil PCR-nya negatif maka dia berangkat. Tinggal nanti sampai di saudi kalau dia vaksinnya sesuai dengan rekomendasi Saudi Arabia maka dia langsung bisa melaksanakan umrah atau langsung ke Madinah,"ucap Artha saat dihubungi MNC Portal, Selasa,(07/12/2021).

Namun jika calon jamaah umrah divaksin lengkap menggunakan Sinovac dan Sinopharm, lanjutnya maka tetap harus melakukan karantina selama 3 hari di Arab Saudi. 

"Itu pasti termonitor oleh sistem ketika dia sudah mendapatkan visa. Semua orang yang sudah dapat visa sudah mendapatkan informasi yang utuh mulai dari A to Z,"ucapnya.

Sehingga menurutnya, jamaah tetap dapat berangkat walaupun pemerintah belum menetapkan harga referensi tahun 2021. Karena lanjut Artha, regulasi tersebut hanyalah satu ketentuan dalam upaya pemerintah sebagai regulator untuk memberikan batasan-batasan harga agar persaingan pelaku-pelaku usaha PPIU benar-benar terkontrol dengan baik. 

"Biaya referensi yang merupakan aturan pelengkap dari pemerintah kita itu tidak akan menghalang umrah kecuali tidak dibolehkan pada pemerintah kita. Tujuan pemerintah hanya untuk melengkapi apa aturan-aturan yang sudah disiapkan oleh kerajaan Saudi Arabia,"ujarnya.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD