AALI
10125
ABBA
232
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1470
ACST
272
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
1165
ADMF
0
ADMG
167
ADRO
1195
AGAR
410
AGII
1100
AGRO
900
AGRO-R
0
AGRS
595
AHAP
71
AIMS
480
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3220
AKSI
0
ALDO
890
ALKA
238
ALMI
240
ALTO
344
Market Watch
Last updated : 2021/05/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
28013.81
0%
0.00
N225
28608.59
0%
0.00
NYSE
16355.62
0%
0.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,195
Emas
838,803 / gram

Makanan hingga Pariwisata, Gubernur BI Ungkap Sektor Unggulan Ekonomi Syariah

SYARIAH
Giri Hartomo/Okezone
Selasa, 30 Maret 2021 11:29 WIB
Bank Indonesia juga mengungkap ada sektor-sektor unggulan yang bisa mendongkrak ekonomi dan keuangan syariah di tanah air.
Bank Indonesia juga mengungkap ada sektor-sektor unggulan yang bisa mendongkrak ekonomi dan keuangan syariah di tanah air. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah terus mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Bank Indonesia juga mengungkap ada sektor-sektor unggulan yang bisa mendongkrak ekonomi dan keuangan syariah di tanah air.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, ada beberapa hal yang dilakukan untuk mendorong ekonomi dan keuangan syariah. Salah satunya adalah dengan pembentukan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah yang dibawah kepemimpinan langsung Presiden Joko Widodo.  

“Kemajuan pesat tersebut sejalan dengan ikhtiar dan doa kita semua yang secara bersama dalam sinergi yang kuat di dalam wadah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah dibawah kepemimpinan langsung bapak Presiden dan Ketua Harian bapak Wakil Presiden,” ujarnya dalam acara rakornas BWI, Selasa (30/3/2021).

Menurut Perry, dengan KNEKS, bersama membangun mata rantai ekonomi halal dari mulai pesantren hingga industri besar. Ada beberapa sektor juga yang bisa dikembangkan untuk mendongkrak ekonomi dan keuangan syariah.

“Kita berjamaah dalam pengembanhan ekonomi syariah untuk membangun mata rantai ekonomi halal dari pesantren hingga industri besar. Disejumlah sektor unggulan seperti makanan, pakaian, kosmetik dan pariwisata,” jelasnya. 

Sementara itu, untuk memperkuat keuangan syariah, peran perbankan akan terus didorong. Selain itu,  pemerintah juga mendorong keuangan syariah lainya seperti infak, zakat, sodakoh hingga wakat untuk pembiayaan ekonomi produktif.

“Kita terus memperkuat keuangan syariah dengan memperbesar peran bank syariah serta membangun keuangan syariah, zakat, infak, sodakoh, wakaf serta untuk mendorong pembiayaan ekonomi produktif,” jelasnya. 

Di sisi lain lanjut Perry, pelatinan kewirausahan syariah juga terus dilakukan. Termasuk juga dalam melakukan kampanye lewat penyelnggaraan Indonesia Syariah Ekonomi Festival (ISEF)  

“Dan kita juga terus mengembangkan pendidikan pelatihan kewirausahaan serta kampanye ekonomi keuangan syariah termasuk penyelenggaraan Indonesia Syariah Ekonomi Festival (ISEF) setiap tahunya,” kata Perry. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD