AALI
9600
ABBA
228
ABDA
0
ABMM
2370
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7650
ADHI
830
ADMF
8050
ADMG
173
ADRO
2970
AGAR
324
AGII
2030
AGRO
730
AGRO-R
0
AGRS
123
AHAP
57
AIMS
256
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1060
AKSI
296
ALDO
835
ALKA
298
ALMI
292
ALTO
212
Market Watch
Last updated : 2022/06/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.09
-0.81%
-4.37
IHSG
6971.29
-0.64%
-44.77
LQ45
1002.80
-0.79%
-7.94
HSI
22039.11
-0.86%
-190.41
N225
26967.33
0.36%
+96.06
NYSE
14835.30
0.16%
+23.75
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,840
Emas
871,109 / gram

Makanan Minuman Halal Indonesia Ditargetkan Jadi Nomor Satu Dunia di 2023

SYARIAH
Widya Michella
Rabu, 25 Mei 2022 11:28 WIB
Kemenag targetkan makanan minuman halal Indonesia jadi nomor satu dunia di 2023.
Makanan Minuman Halal Indonesia Ditargetkan Jadi Nomor Satu Dunia di 2023 (Dok.MNC)
Makanan Minuman Halal Indonesia Ditargetkan Jadi Nomor Satu Dunia di 2023 (Dok.MNC)

IDXChannel - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama Aqil Irham mengatakan pemerintah bakal menargetkan makanan dan minuman halal Indonesia akan menjadi nomor satu dunia di tahun 2023. 

Diketahui, berdasarkan laporan yang dirilis oleh DinarStandard ini disebutkan bahwa Indonesia menempati peringkat dua dunia untuk kategori makanan dan minuman halal (halal food and beverages), serta peringkat empat untuk pengembangan ekonomi syariah. 

“Makanan dan minuman halal (halal food & beverages) Indonesia kita targetkan akan menjadi nomor satu dunia pada 2023. Sementara industri busana sopan (modest fashion) Indonesia akan menjadi nomor satu dunia pada 2024,”kata Aqil dikutip dalam laman resmi Kemenag, Rabu,(25/05/2022).

Untuk mendorong tercapainya hal tersebut, Aqil mengatakan pihaknya BPJPH  telah meluncurkan Program Sertifikasi Halal Gratis atau Program SEHATI bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK).

“Kita targetkan, sampai akhir tahun ini ada 10 juta produk bersertifikat hlal yang akan dikeluarkan melalui program SEHATI,” ujar Aqil.

Selain itu, BPJPH, kata Aqil juga telah melakukan self-declaration sertifikasi Halal, khususnya bagi UMK/UMK dengan skema pendampingan PPH (Proses Produk Halal); serta memperbanyak LPH (Badan Pemeriksaan Halal). Sejumlah pelatihan juga telah diadakan untuk pendampingan PPH, supervisor halal, auditor, asesor, dan rumah potong hewan (RPH).

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD