AALI
9700
ABBA
214
ABDA
0
ABMM
2420
ACES
800
ACST
169
ACST-R
0
ADES
7650
ADHI
810
ADMF
8100
ADMG
176
ADRO
2980
AGAR
0
AGII
2100
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
56
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
150
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
1535
AKRA
1065
AKSI
296
ALDO
860
ALKA
292
ALMI
0
ALTO
200
Market Watch
Last updated : 2022/06/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.72
-0.51%
-2.74
IHSG
6995.07
-0.3%
-20.98
LQ45
1005.82
-0.49%
-4.92
HSI
22051.08
-0.8%
-178.44
N225
27002.66
0.49%
+131.39
NYSE
14835.30
0.16%
+23.75
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,799
Emas
867,947 / gram

Masa Tunggu Haji RI Ada yang Hampir Seabad, Ini Penjelasan Kemenag

SYARIAH
Widya Michella
Kamis, 16 Juni 2022 08:23 WIB
Kasubdit Siskohat Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag jelaskan soal masa tunggu jamaah haji RI ada yang mencapai 97 tahun.
Masa Tunggu Haji RI Ada yang Hampir Seabad, Ini Penjelasan Kemenag (Dok.MNC)
Masa Tunggu Haji RI Ada yang Hampir Seabad, Ini Penjelasan Kemenag (Dok.MNC)

IDXChannel - Kasubdit Siskohat Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag (PHU) Hasan Afandi menjelaskan soal masa tunggu haji Indonesia ada yang mencapai hingga 97 tahun

Data estimasi keberangkatan tersebut menjadi daftar tunggu ibadah haji terlama yang tersaji dalam aplikasi Haji Pintar atau website Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU).

Menurutnya mundurnya estimasi keberangkatan disebabkan adanya bilangan pembagi daftar tunggunya yang didasarkan pada kuota haji tahun berjalan. 

“Estimasi keberangkatan selalu menggunakan angka kuota tahun terakhir sebagai angka pembagi. Tahun ini kebetulan kuota haji Indonesia hanya 100.051 atau sekitar 46% dari kuota normal tahun-tahun sebelumnya,” kata Hasan Afandi dikutip dalam keterangan resminya, Kamis,(16/06/2022).

Pria yang kini menjabat sebagai Kabid Siskohat di Kantor Urusan Haji Jeddah ini mengatakan sebelum ada kepastian kuota penyelenggaraan haji 1443 H pada pertengahan Mei 2022. Maka bilangan asumsi yang digunakan sebagai bilangan pembagi masih menggunakan kuota berdasarjan MoU penyelenggaraan haji 2020 (pada akhirnya ada kebijakan membatalkan keberangkatan karena pandemi Covid-19), yaitu 210 ribu. 

Kemudian sejak ada kepastian bahwa kuota haji 1443 H adalah sekitar 100 ribu, maka bilangan pembaginya mengalami penyesuaian.

"Hal inilah yang secara otomatis menyebabkan estimasi keberangkatan semakin lama. Sebab, ketika kuota turun, maka otomatis estimasi keberangkatan akan naik,” ujar dia.

Hasan menyampaikan estimasi ini akan terus berjalan sampai dengan adanya kepastian kuota haji pada tahun 1444 H/2023 M. Jika kuota kembali normal, misalnya kembali ke 210ribu atau bahkan lebih, maka estimasi keberangkatan akan mengalami penyesuaian.

Sehingga dirinya memastikan, perubahan estimasi keberangkatan bukan karena naiknya jumlah pendaftar dalam kurun Mei – Juni 2022 (setelah penetapan kuota haji 1443 H). Sebab, kalau kenaikan jumlah pendaftar, dampaknya hanya pada yang baru mendaftar, tidak ada pengaruhnya terhadap perubahan estimasi keberangkatan jamaah yang sudah lama mendaftar. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD