AALI
12000
ABBA
184
ABDA
6250
ABMM
3050
ACES
980
ACST
157
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
685
ADMF
8075
ADMG
179
ADRO
3100
AGAR
330
AGII
1970
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
62
AIMS
242
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1020
AKSI
350
ALDO
905
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
206
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20171.27
0.29%
+59.17
N225
26677.80
-0.26%
-70.34
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Matinya Fundraising Zakat

SYARIAH
Shifa Nurhaliza
Rabu, 27 April 2022 14:46 WIB
Kampanye potensi zakat nasional dengan episentrumnya pada angka rupiah berdampak buruk pada fundraising zakat.
Matinya Fundraising Zakat. (Foto: Dompet Dhuafa/Adv)
Matinya Fundraising Zakat. (Foto: Dompet Dhuafa/Adv)

IDXChannel - Kampanye potensi zakat nasional dengan episentrumnya pada angka rupiah berdampak buruk pada fundraising zakat. Jika berlanjut, aktivitas fundraising zakat sedang tergali liang kuburnya - secara tidak sadar - oleh pihak-pihak yang mendengungkan narasi potensi rupiah zakat.

Circa 2015, di ruang komisi VIII DPR-RI sedang dilakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon-calon anggota komisioner BAZNAS periode 2015-2020. Dialektikanya monoton. Saya ingat tak henti menguap selama proses berlangsung.

Hingga satu pertanyaan yang dilontarkan anggota komisi VIII memantik perhatian. Kurang lebih begini kalimatnya:

“Bagaimana strategi anda untuk meningkatkan penghimpunan BAZNAS? Masak “badan” kalah sama “dompet” (dalam penghimpunan)? Padahal khan mestinya badan lebih besar daripada dompet”, seloroh sang aleg sembari mengutip data potensi zakat yang jumlahnya ratusan triliun tersebut.

Saya ingin mengajukan hipotesis: bahwa kampanye potensi zakat yang selama ini dilakukan sedikit banyak menyumbang pada rusaknya sendi filosofis fundraising.

Pemahaman dangkal saya, filosofi adiluhung fundraising beranjak dari upaya penyadaran dan penguatan literasi. Namun kini telah berubah menjadi kerja mekanis pencapaian target rupiah semata.

Dari skema menggerakkan kognisi dan saraf motorik muzakki dalam memfasilitasi kewajiban berzakat, ter-dekadensi menjadi agenda kooptasi zakat masyarakat yang telah puluhan tahun dibangun. Picking the low-hanging fruits, seorang teman menganalogikan.

Parahnya, fundraising zakat yang semestinya menjadi kolaborasi triumvirat negara-amil-masyarakat dalam kebaikan, akhir-akhir ini menjadi tak lebih dari aktivitas fear mongering semata.

Hal ini dikarenakan upaya menggapai potensi zakat itu acap dikawinkan dengan sosialisasi pasal pidana yang termaktub dalam UU Pengelolaan Zakat.

Lalu seakan-akan langgamnya sempit, “jadi UPZ atau masuk hotel prodeo”.

Duh…. biyung.

Saya tidak pernah mengamini zero-sum game: berkembangnya satu pihak dicapai dengan mengorbankan pihak lainnya. Yang saya yakini bahwa zakat itu muaranya pada penumbuhan bersama setiap entitas yang ada.   

Saya tidak percaya bahwa strategi fundraising dalam mencapai potensi zakat nasional itu dilakukan dengan mengkerdilkan, mengkooptasi atau bahkan mematikan inisiatif masyarakat dalam berorganisasi zakat.

Namun, fakta di depan mata menyatakan sebaliknya.

Lonceng kematian fundraising zakat telah didentangkan semenjak narasi potensi zakat dilakukan untuk mencapai target potensi rupiah semata; dengan strategi yang menghalalkan cara apapun. (Adv)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD