Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kualitas penyimpanan, kebersihan, serta kesiapan distribusi makanan agar tetap layak konsumsi, khususnya bagi jamaah lanjut usia.
“Namanya gudang memang tempat penyimpanan makanan, tapi yang penting tadi saya lihat kebersihannya,” kata Menhaj.
Selain konsumsi, fasilitas sanitasi di Arafah juga menjadi perhatian serius. Rombongan meninjau langsung kondisi toilet darurat, termasuk aliran air dan kelayakan penggunaannya untuk jarmaah.
Menurut Menhaj, saat ini rasio ketersediaan toilet masih berada pada kisaran satu unit untuk 50 jamaah. Meski belum ideal, fasilitas yang ada dipastikan tetap dimaksimalkan untuk pelayanan jemaah, terutama lansia.
“Toilet tadi saya tanya memang belum ideal, tapi untuk ukuran Arafah saat ini satu banding lima puluh,” kata dia.