AALI
9675
ABBA
290
ABDA
6325
ABMM
1385
ACES
1345
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
193
ADRO
2220
AGAR
362
AGII
1445
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
172
AHAP
70
AIMS
398
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
810
AKSI
690
ALDO
1350
ALKA
334
ALMI
290
ALTO
248
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.56
-0.34%
-1.74
IHSG
6614.06
-0.47%
-30.99
LQ45
944.82
-0.34%
-3.20
HSI
24112.78
-0.44%
-105.25
N225
28257.25
-0.27%
-76.27
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,330
Emas
836,902 / gram

Miliki Potensi Besar, BI Siapkan Skema Digitalisasi Keuangan Syariah

SYARIAH
Anggie Ariesta
Minggu, 05 Desember 2021 10:34 WIB
Gubernur BI ungkap pihaknya terus melakukan upaya mengembangkan sektor ekonomi keuangan syariah, salah satunya dengan digitalisasi.
Miliki Potensi Besar, BI Siapkan Skema Digitalisasi Keuangan Syariah(Dok.MNC Media)
Miliki Potensi Besar, BI Siapkan Skema Digitalisasi Keuangan Syariah(Dok.MNC Media)

IDXChannel - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan upaya mengembangkan sektor ekonomi keuangan syariah bagi kemaslahatan umat, dimana salah satu caranya melalui pengembangan digitalisasi.

“Optimisme Bank Indonesia untuk ekonomi keuangan syariah kedepannya akan semakin baik dengan melihat potensi yang telah tersedia. Di samping itu, kami juga berupaya meredigitalisasi keuangan syariah, khususnya di bidang sistem pembayaran,” ujar Perry dalam sesi diskusi Ijtima’ Sanawi DPS tahun 2021, dikutip Minggu (5/12/2021).

Menurut Perry, Indonesia yang telah memasuki masa pemulihan pasca pandemi Covid-19 dengan terbukanya peluang besar untuk bangkit secara berjamaah, bersinergi. Selain itu diperlukan inovasi untuk meningkatkan sektor terdampak Covid-19.

Perry menambahkan, untuk bangkit dari dampak pandemi, optimisme harus diperkuat dengan upaya bersama dalam mengembangkan ekonomi keuangan syariah, sebagaimana yang telah dilakukan oleh pemerintah, Bank Indonesia, serta Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Lebih lanjut, Perry yang sebelumnya menjabat Deputi Gubernur BI itu menuturkan, meskipun pandemi mengakibatkan banyaknya sektor kehidupan yang terdampak, namun masih banyak hikmah yang bisa diambil.

“Terdapat pesan tersirat dari adanya pandemi Covid yang kita rasakan bersama. Setidaknya terdapat tiga poin penting, pertama, agar kita lebih ramah lingkungan serta mampu meningkatkan ekonomi hijau,” katanya.

“Kedua, digitalisasi yang membuat sektor kehidupan lebih efisien pada akhirnya memberikan ruang lebih luas untuk beribadah. Ketiga, terbukanya peluang untuk memajukan ekonomi rakyat,” tambahnya.

Perry juga menyatakan, kemajuan ekonomi syariah harus ditunjang dengan stabilitas harga dan rupiah yang dijaga oleh Bank Indonesia. Hal tersebut menjadi fondasi bagi ekonomi umat karena terkendalinya harga di lapangan.

Dengan demikian, ekosistem ekonomi keuangan syariah melalui digital sistem pembayaran merupakan cara yang bisa digunakan untuk menyatukan Indonesia dengan ragam kultur budaya yang ada.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD