AALI
10425
ABBA
424
ABDA
0
ABMM
1500
ACES
1405
ACST
282
ACST-R
0
ADES
2550
ADHI
1185
ADMF
7975
ADMG
228
ADRO
1860
AGAR
346
AGII
1515
AGRO
2010
AGRO-R
0
AGRS
204
AHAP
64
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
240
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
635
AKRA
4280
AKSI
430
ALDO
705
ALKA
234
ALMI
234
ALTO
308
Market Watch
Last updated : 2021/10/15 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
517.26
-0.05%
-0.28
IHSG
6633.34
0.11%
+7.22
LQ45
972.21
-0.05%
-0.45
HSI
25330.96
1.48%
+368.37
N225
29068.63
1.81%
+517.70
NYSE
16744.29
1.4%
+231.13
Kurs
HKD/IDR 1,817
USD/IDR 14,150
Emas
812,528 / gram

Mohon Sabar, Dirjen PHU Kemenag Laporan Belum Peroleh Update Umrah untuk Jamaah Indonesia

SYARIAH
Widya Michella
Selasa, 21 September 2021 15:53 WIB
Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Khoirizi menyampaikan belum dapat update terbaru terkait jamaah umrah Indonesia.
Mohon Sabar, Dirjen PHU Kemenag Laporan Belum Peroleh Update Umrah untuk Jamaah Indonesia(Dok.MNC Media)

IDXChannel - Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Khoirizi menyampaikan belum mendapatkan perkembangan informasi terkait penyelenggaraan ibadah umrah untuk Indonesia

"Setiap hari kami berkomunikasi belum mendapatkan perkembangan penyelenggaraan umrah yang akan datang,"jelasnya saat Diskusi Publik Apa Kabar Umrah Kita, Selasa,(21/09/2021).

Hal ini senada dengan pernyataan Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali dimana setidaknya ada tiga hal penting dalam penyelenggaraan umroh Indonesia yaitu Vaksin, Suspend, dan Covid 19.

Terkait vaksinasi yang perlu menjadi perhatian ialah belum bisa terbacanya QR Code sertifikat vaksin Indonesia di bandara Arab Saudi.

"Pengamatan kami di lapangan bahwa QR code adalah menjadi hal yang mutlak ketika pembacaan sertifikat vaksin tersebut di bandara dan kami sudah mencoba membaca QR code sertifikat dari Indonesia sampai pada saat kami mencoba uji coba itu belum bisa terbaca,"ujarnya.

Menurutnya berbeda dengan sertifikat dari Nigeria dan dari negara-negara lain yang sudah masuk. Sertifikat vaksin tersebut juga akan berlaku 14 hari setelah suntik dan nantinya akan ada dua sertifikat pertama sertifikat vaksin sinovac 2 dosis dan  sertifikat vaksin booster yang menjadi sangat mutlak.

Kedua terkait suspend dari otoritas penerbangan Arab Saudi, GACA, ia mengatakan sampai saat ini Indonesia belum dicabut secara penuh tetapi sebagian sudah dapat masuk pada WNI yang memiliki izin tinggal dengan syarat sudah divaksin dosis lengkap dengan vaksin yang diakui Arab Saudi.

"Potensi kendala di lapangan yaitu status penerbangan kita masih di suspend secara umum di mana sekarang transportasi juga harus 50% kemudian juga kamar yang tadinya 4 menjadi 2 kemudian juga hal-hal lain yang kita antisipasi dalam masa pandemi kemudian juga inovasi digitalisasi di Arab Saudi sudah sedemikian luar biasa setiap jemaah harus melalui aplikasi Eatmarna ini adalah semua potensi kendala bagi jamaah kita,"urainya.

Terakhir terkait Covid 19, dimana masih menjadi perhatian pemerintah Arab Saudi. "Perlu diketahui Arab Saudi ini memiliki sebuah kebijakan yang sangat ketat dan efektif sampai saat ini sehingga per hari ini Arab Saudi itu hanya 62 kasus," jelas Khoirizi.

Ia mengaku sempat bertukar pikiran dengan Kemenkes Arab Saudi terkait penanganan covid di Indonesia dan di Arab Saudi. Pada hari ini perlu diketahui bahwa sekarang komando penanganan untuk ibadah di Arab Saudi baik itu haji dan umrah tidak lagi secara langsung oleh kementerian haji tapi di bawah komando kementerian kesehatan.


"Nah ini menjadi poin penting bagi kita bagaimana kita bisa meningkatkan komando-komando yang ada di Arab Saudi baik kementerian kesehatan, kementerian dalam negeri dan kementerian haji dan umrah," jelasnya. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD