AALI
9675
ABBA
314
ABDA
6975
ABMM
1360
ACES
1260
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3450
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
175
ADRO
2280
AGAR
360
AGII
1410
AGRO
1320
AGRO-R
0
AGRS
152
AHAP
68
AIMS
370
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1075
AKRA
735
AKSI
660
ALDO
1405
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
274
Market Watch
Last updated : 2022/01/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
508.18
0.2%
+0.99
IHSG
6645.51
0.52%
+34.35
LQ45
949.77
0.29%
+2.75
HSI
23550.08
-1.08%
-256.92
N225
26717.34
2.09%
+547.04
NYSE
0.00
-100%
-16236.51
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,364
Emas
829,485 / gram

Naik 15 Persen yoy, BTPN Syariah Salurkan Pembiayaan hingga Rp10,05 T

SYARIAH
Advenia Elisabeth/MPI
Jum'at, 13 Agustus 2021 20:08 WIB
BTPN Syariah mencatatkan penyaluran pembiayaan hingga Rp10,05 triliun di kuartal II 2021.
Naik 15 Persen yoy, BTPN Syariah Salurkan Pembiayaan hingga Rp10,05 T (Dok.MNC Media)
Naik 15 Persen yoy, BTPN Syariah Salurkan Pembiayaan hingga Rp10,05 T (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah (BTPN Syariah) terus menunjukkan performa baiknya. Hal itu tercermin dari kinerja perusahaan pada kuartal II 2021, dimana BTPN Syariah mencatatkan penyaluran pembiayaan hingga Rp10,05 triliun. 

Selain itu, BTPN Syariah juga mencatat laba bersih setelah pajak senilai Rp770 miliar. Laba ini meroket 89% dibandingkan pada kuartal yang sama tahun lalu senilai Rp507 miliar.

Direktur BTPN Syariah Fachmy Achmad menerangkan pertumbuhan tersebut didorong oleh berbagai segmen, baik dari pendapatan margin income yang tumbuh sejalan dengan pertumbuhan pembiayaan maupun dari operasional expenses yang berjalan sangat baik.

“Perusahaan juga sudah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp10,05 Triliun, tumbuh 15% (yoy), dibandingkan dengan periode sebelumnya Rp8,74 Triliun,” ujarnya dalam webinar, Jumat (13/8/2021).

Sementara itu, ia memaparkan total aset BTPN Syariah tumbuh 14 persen (YoY) menjadi Rp17,41 Triliun dari sebelumnya Rp15,27 triliun. Kemudian dana pihak ketiga tumbuh 12 persen (YoY) menjadi Rp10,61 triliun dari Rp 9,46 triliun.

“Ini semua berkat kerja keras dan juga seluruh stakeholder kami,” ungkapnya.

Fachmy menyakini perbaikan ekonomi di kuartal II 2021 juga di dorong oleh program pemerintah yang membuat ibu-ibu di pedesaan ekonominya berangsur membaik. Tentunya hal itu berdampak baik pada pertumbuhan BTPN Syariah.

Lebih lanjut, ia menyebut rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional perusahaan saat ini berada pada 56,8%. Namun, disisi lain perusahaan dikuatkan dengan rasio kecukupan modal pada posisi 52% dan liquidity to coverage ratio pada level 317,7% di paruh pertama tahun ini.

“Rasio pembiayaan bermasalah juga hanya 2,2 persen dengan coverage ratio telah berada pada 272%,” tambahnya.

Dengan posisi keuangan tersebut, ia mengatakan kondisi keuangan masih cukup stabil dan kuat untuk mempertahankan kinerja pada paruh kedua 2021. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD