AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

OJK: Banyak Pimpinan Bank Tak Paham Sistem Syariah

SYARIAH
Hafid Fuad/Koran Sindo
Kamis, 25 Februari 2021 13:00 WIB
OJK mengungkapkan para pemimpin perbankan yang memahami sistem syariah masih langka.
OJK: Banyak Pimpinan Bank Tak Paham Sistem Syariah. (Foto: MNC Media)
OJK: Banyak Pimpinan Bank Tak Paham Sistem Syariah. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan para pemimpin perbankan yang memahami sistem syariah masih langka. Atas alasan itu, lembaga ini meminta asosiasi bank syariah untuk mengoptimalkan SDM demi menghasilkan pimpinan yang mumpuni untuk perbankan syariah.

Salah satu caranya adalah berperan aktif meningkatkan inklusi dan literasi keuangan syariah di masyarakat. Sebab, dari data OJK, literasi keuangan syariah baru mencapai 8,93 persen. Angkanya berbeda jauh dibanding literasi keuangan nasional sebesar 38,03 persen. 

Begitupun dengan tingkat inklusi keuangan. Inklusi keuangan syariah baru mencapai 9,1 persen, berbanding jauh dengan tingkat inklusi bank konvensional sebesar 76,19 persen.

"Saya ingin asosiasi bank kasih perhatian SDM perbankan syariah supaya lebih mudah mencari pimpinan ke depan," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Heru Kristiyana, dalam webinar Launching Roadmap Pengembangan Perbankan Syariah Indonesia 2020-2025 hari ini di Jakarta.

Dia mengaku masih sulit mencari orang-orang yang cocok memimpin bank syariah, sebab SDM yang mengerti seluk-beluk bank berprinsip syariah masih minim. "Kami sebagai pengawas sangat kesulitan mencari orang yang memimpin perbankan syariah kita," kata Heru.

Heru juga menyebut, kesulitan makin terlihat ketika calon-calon pemimpin itu mengikuti uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) dari OJK. Karena itu peningkatan SDM berkualitas menjadi salah satu dari dua kunci mengembangkan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di RI.

Dalam Roadmap Pengembangan Perbankan Syariah Indonesia 2020-2025 yang disusun OJK Bank Syariah harus memiliki keunikan model bisnis atau produknya, mengoptimalkan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah, mengintegrasikan fungsi keuangan komersial dan sosial, hingga memiliki SDM berkualitas. Berikutnya juga harus didukung dengan teknologi atau TI yang mutakhir.

Kelemahan bank syariah saat ini belum memiliki diferensiasi model bisnis atau produk yang signifikan. Secara indeks literasi dan inklusi masih rendah, kemudian kuantitas dan kualitas SDM kurang optimal. Hingga TI belum memadai Karena itu pemerintah menyiapkan roadmap pengembangan ekonomi syariah tahun 2021-2025 untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.

"Berdasarkan roadmap yang diluncurkan, bank syariah jadi pilar ketiga yang akan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi kita. SDM yang berkualitas dan teknologi yang mutakhir menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditinggalkan," papar Heru. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD