Selain mendorong pertumbuhan pembiayaan, segmen konsumer juga memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan Bank Mega Syariah, di mana pada April 2026, pendapatan konsumer mencapai Rp5,4 miliar, atau tumbuh 12,28 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
"Ke depan, kami akan terus memperkuat pembiayaan konsumer melalui pengembangan produk berbasis kebutuhan masyarakat serta memperluas akses layanan pembiayaan di berbagai wilayah," ujar Benadicto.
Dikatakan Benadicto, pihaknya akan senantiasa memperkuat pertumbuhan pembiayaan konsumer secara sehat dan berkelanjutan, termasuk melalui pembiayaan emas syariah yang semakin diminati masyarakat.
Secra umum, Bank Mega Syariah terus memperkuat bisnis pembiayaan, dengan total nilai pembiayaan yang disalurkan tercatat lebih dari Rp9,26 triliun, atau tumbuh lebih dari 7,2 persen dari posisi akhir 2025, yang tercatat masih sebesar Rp8,64 triliun.
Sejalan dengan pertumbuhan pembiayaan, pendapatan dari piutang juga meningkat menjadi lebih dari Rp118 milia,r atau tumbuh sekitar 40,9 persen hingga triwulan I-2026. Sementara, pendapatan bagi hasil juga mengalami kenaikan sekitar 4,7 persen, atau menjadi lebih dari Rp114,73 miliar.