AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Pengembangan Ekonomi Syariah Perlu Inovasi Berbasis Digital dan SDM yang Adaptif

SYARIAH
Dita Angga Rusiana
Kamis, 11 November 2021 12:43 WIB
Pemerintah secara serius tengah mendorong kemajuan ekonomi dan keuangan syariah di tanah air.
Ilustrasi ekonomi syariah
Ilustrasi ekonomi syariah

IDXChannel - Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin mengatakan pemerintah secara serius tengah mendorong kemajuan ekonomi dan keuangan syariah di tanah air. Diantaranya dengan berfokus pada empat bidang, yaitu pengembangan industri produk halal, pengembangan industri keuangan syariah, pengembangan dana sosial syariah, serta pengembangan dan perluasan kegiatan usaha syariah.

“Seiring dengan upaya-upaya tersebut, pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu peluang sekaligus tantangan bagi kemajuan ekonomi dan keuangan syariah ke depan,” katanya saat membuka acara Seminar dan Expo Sharia Investment Week 2021, Kamis (11/11/2021).

Maka dari itu dia menilai bahwa inovasi berbasis digital dan perluasan digitalisasi layanan yang terintegrasi ke berbagai sektor menjadi kebutuhan yang mendesak saat ini.

“Tidak hanya untuk memberikan kemudahan akses bagi masyarakat, tetapi juga untuk meningkatkan percepatan pertumbuhan investasi syariah. Inovasi tersebut harus dilengkapi dengan penyempurnaan perangkat yang mendukung seperti big data, intelegensi buatan, blockchain, serta teknologi finansial,” ujarnya.

Selain itu Maruf mengatakan bahwa pengembangan teknologi digital juga harus didukung oleh kualitas SDM yang adaptif, mandiri, produktif dan berdaya saing. Oleh karena itu, menurutnya diperlukan upaya-upaya penyiapan SDM yang bisa memenuhi kebutuhan perkembangan teknologi berbasis digital pada pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. 

“Upaya pemerintah memberikan pembekalan sejak dini kepada masyarakat agar melek keuangan dan investasi syariah pada era digital ini memerlukan kerja sama dan kontribusi semua pihak,” tuturnya.

Pada kesempatan itu Maruf menyebut bahwa dari hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan tahun 2019 oleh OJK menunjukkan indeks literasi keuangan syariah nasional masih tergolong rendah, yaitu 8,93%.

“Dalam kesempatan ini, saya mengajak saudara-saudara untuk terus mendorong upaya edukasi untuk meningkatkan literasi dan pemahaman inklusivitas aspek syariah bagi pelaku pasar modal syariah,” pungkasnya. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD