Lebih lanjut, bimbingan dan pembinaan yang diberikan orang tua Auzan dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Sumatra Utara menurutnya dapat diteladani oleh daerah lain. Menurutnya, capaian Auzan dapat menjadi bukti pentingnya pendidikan sejak dini.
"Ini inspirasi untuk anak-anak dan orang tua seluruh Indonesia. Ini salah satu keberhasilan pembinaan dan pendidikan sejak dini yang diberikan orang tua dan LPTQ Sumut,"tuturnya.
"Selamat kepada Auzan, di usianya yang baru 13 tahun berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional," kata dia.
Sebagai informasi, Pada cabang 30 juz MHQ Internasional di Arab Saudi, juara 1 diraih Achmad Achiri asal Maroko. Sedangkan juara 3 diraih Abdoulie Njie asal Gambia. Juara 1 berhak mendapatkan uang pembinaan 200.000 riyal, juara 2 mendapatkan 185.000 riyal, dan juara 3 mendapatkan 170.000 riyal.
Selain Auzan, hafiz asal Jawa Timur, Imaduddin Rajaby mengikuti cabang 15 juz. Pakar Qiroat Sabah asal Cirebon, KH. Ahsin Sakho Muhammad juga menjadi Dewan Hakim pada musabaqah internasional yang diikuti lebih dari 50 negara.
(DES)