AALI
9875
ABBA
324
ABDA
6600
ABMM
1435
ACES
1270
ACST
192
ACST-R
0
ADES
3410
ADHI
835
ADMF
7625
ADMG
182
ADRO
2270
AGAR
348
AGII
1400
AGRO
1250
AGRO-R
0
AGRS
157
AHAP
69
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1115
AKRA
795
AKSI
705
ALDO
1300
ALKA
304
ALMI
288
ALTO
242
Market Watch
Last updated : 2022/01/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.87
-1.14%
-5.85
IHSG
6655.17
-1.06%
-71.21
LQ45
949.49
-1.07%
-10.27
HSI
24656.46
-1.24%
-309.09
N225
27588.37
0.24%
+66.11
NYSE
16397.34
-1.6%
-266.43
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
847,156 / gram

Persiapan Umrah Jamaah RI, Kemenag: Integrasi PeduliLindungi Sudah Beres

SYARIAH
Widya Michella
Rabu, 05 Januari 2022 10:25 WIB
Direktur Utama Bina Haji dan Umrah Khusus Kementerian Agama menyebut aplikasi PeduliLindungi sudah terintegrasi ke Siskopatuh.
Persiapan Umrah Jamaah RI, Kemenag: Integrasi PeduliLindungi Sudah Beres (Dok.MNC Media)
Persiapan Umrah Jamaah RI, Kemenag: Integrasi PeduliLindungi Sudah Beres (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Direktur Utama Bina Haji dan Umrah Khusus Kementerian Agama (Kemenag) RI, Nur Arifin menyebut aplikasi PeduliLindungi sudah terintegrasi ke dalam sistem informasi pengawasan terpadu umroh dan haji khusus (Siskopatuh). Hal ini terkait akses data QR code sertifikat vaksin covid 19 bagi jamaah umrah dan kini sudah tidak ada masalah. 

Arifin mengklaim sebanyak 25 orang dari pemilik penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) yang menjadi tim advance telah berangkat melaksanakan uji coba umrah perdana pada Kamis,(23/12/2021) lalu. 

Mereka telah menggunakan QR Barcode vaksin yang telah dilakukan integrasi antara Siskopatuh dengan sistem di Saudi atau tawakalna. 

"Yang jelas kemarin tim yang 25 itu sudah berangkat dengan aplikasi, sudah clear dan tidak ada masalah. Karena 25 orang itu dimasukkan ke Siskopatuh Kementerian Agama,"ujar Arifin saat dihubungi MNC Portal, Selasa,(04/1/2022).

Secara terpisah, Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Eko Hartono mengatakan hal yang sama. Dimana aplikasi tersebut 
sudah terintegrasi dengan aplikasi Tawakalna.

"Sekarang yang terjadi di lapangan adalah bahwa Siskopatuh sudah bisa dibaca oleh tawakalna. Siskopatuh juga ambil data dari PeduliLindungi,"kata Eko.

Sehingga dengan adanya integrasi tersebut, Eko berharap umrah dapat berjalan dengan lancar. 

"Jadi semoga ke depan jamaah umrah sudah bisa lebih lancar dalam jalani umrah, termasuk untuk pengaturan karantina dan sebagainya," jelas Eko. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD