Menurutnya, pengusaha tidak hanya dituntut memastikan produk halal secara administratif, tetapi juga membangun brand halal yang otentik dan dipercaya.
"Authentic Halal Brand diharapkan menjadi game changer dalam meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global," kata dia.
Kemudian, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya memandang Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat industri halal dunia, khususnya melalui kekuatan ekonomi kreatif pada subsektor kuliner, fashion, dan kriya.
Karena itu, kata dia, industri halal tidak hanya perlu berfokus pada sertifikasi formal, tetapi juga membangun positioning dan identitas brand yang autentik serta berdaya saing. Penguatan literasi halal menjadi langkah penting agar produk kreatif lokal Indonesia semakin relevan dan kompetitif di pasar global.
"Dukungan dari berbagai pemangku kepentingan tersebut menunjukkan bahwa penguatan industri halal saat ini juga tentang bagaimana brand mampu menghadirkan nilai, membangun kepercayaan, dan menciptakan dampak yang lebih luas bagi masyarakat," ujarnya.