AALI
9425
ABBA
288
ABDA
6050
ABMM
2450
ACES
730
ACST
194
ACST-R
0
ADES
6125
ADHI
805
ADMF
8175
ADMG
175
ADRO
3160
AGAR
318
AGII
2200
AGRO
815
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
262
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1540
AKRA
1185
AKSI
270
ALDO
755
ALKA
300
ALMI
296
ALTO
191
Market Watch
Last updated : 2022/08/15 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.36
-0.62%
-3.33
IHSG
7093.28
-0.51%
-36.00
LQ45
1005.79
-0.62%
-6.25
HSI
20040.86
-0.67%
-134.76
N225
28871.78
1.14%
+324.80
NYSE
0.00
-100%
-15602.90
Kurs
HKD/IDR 185
USD/IDR 14,685
Emas
840,341 / gram

Simak Syarat Pembuatan Sertifikasi Halal di Indonesia

SYARIAH
Kunthi Fahmar Sandy
Rabu, 03 Agustus 2022 15:27 WIB
Membuat sertifikasi halal merupakan sebuah kewajiban bagi suatu perusahaan.
Simak Syarat Pembuatan Sertifikasi Halal di Indonesia (FOTO:MNC Media)
Simak Syarat Pembuatan Sertifikasi Halal di Indonesia (FOTO:MNC Media)

IDXChannel – Sertifikasi halal merupakan syarat penting dan keharusan bagi setiap perusahaan di Indonesia untuk memberikan sebuah kepastian atas kehalalan suatu produk yang diperdagangkan dari berbagai sektor, mulai dari makanan, barang, ataupun jasa.

Dalam Undang – Undang No 33 Tahun 2014 Jaminan Produk Halal ( JPH ), disebutkan bahwa membuat sertifikasi halal merupakan sebuah kewajiban bagi suatu perusahaan. 

"Pendaftaran sertifikasi halal sekarang itu satu pintu. Hanya melalui pstp.halal.id untuk mempermudah pelaku usaha," ujar Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham saat bertemu ratusan koperasi dan pelaku UMK di Yogyakarta, dikutip dari kemenag.go.id Rabu (3/8/2022).

Dilansir dari laman .halal.go.id, setiap badan usaha yang ingin mendapatkan sertifikat halal membutuhkan beberapa syarat pelengkap, dan mekanisme antara lain :

1. Data Pelaku Usaha 

Pada syarat ini, pelaku usaha harus menyantumkan ( NIB ) Nomor Induk Berusaha, namun jika pelaku usaha tidak memiliki NIB, bisa digantikan dengan ( NPWP, SIUP, IUMK, IUI, NKV dll ).

2. Nama dan Jenis Produk

Nama dan jenis produk barang yang digunakan harus sesuai dengan nama yang akan dicantumkan di badan sertifikasi halal.

3. Daftar Produk dan Bahan Produk

Berupa bahan baku, bahan penolong dan bahan tambahan

4. Proses Pengolahan Produk

Tahapan ini dimulai dari  pembelian, penerimaan, penyimpanan bahan yang digunakan, pengolahan, pengemasan, penyimpanan produk jadi distribusi

5. Dokumen Sistem Produk Halal

Sebuah sistem yang disusun, diterapkan dan dipelihara oleh perusahaan pemegang sertifikat halal untuk menjaga kesinambungan.

Adapun tata cara mekanisme untuk mendapatkan sertifkasi halal antara lain :

1. Permohonan 

Pelaku usaha melakukan pengajuan permohonan sertifikasi halal

2. Pemeriksaan

Dilakukan pemeriksaan dokumen permohonan oleh BPJH (max 10 hari kerja)

3. Penetapan

Menetapkan LPH bedasarkan pilihan pemohon pelaku usaha (max 5 hari kerja)

4. Pengujian

Melakukan pemeriksaan dan/ atau pengujian produk (40 - 60 hari kerja)

5. Pengecekan 

Menerima dan memverifikasi dokumen hasil pemeriksaan dan/ atau pengujian LPH (5 hari kerja)

6. Fatwa 

Menyelenggarakan sidang fatwa halal dan menerbitkan keputusan penetapan kehalalan produk

 Setelah mengetahui syarat –syarat dan juga beberapa mekanisme untuk mendapatkan sertifikat halal, kira – kira berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk penerbitan sertifikat dari awal sampe selesai ? Waktu yang dibutuhkan untuk memproses sertifikasi halal berbeda – beda. Untuk perusahaan dalam negeri diperlukan waktu sekitar 75 hari kerja, sedangkan untuk perusahaan luar negeri dibutuhkan waktu sedikit lebih lama yaitu 3 bulan atau sekitar 90 hari kerja.

(Penulis Bayu Rama Magang idxchannel.com)

(SAN)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD