Dalam implementasi Blueprint Eksyar 2030, BI senantiasa bersinergi dengan lintas pemangku kepentingan dan dorongan pelaku usaha. Sejalan dengan itu, BI terlibat dalam peluncuran Bulan Pembiayaan Syariah (BPS) 2026, yang ditujukan sebagai wadah kolaborasi strategis lintas kementerian, lembaga, dan industri keuangan syariah untuk memperkuat akses pembiayaan sektor riil, ditandai dengan penandatanganan komitmen sinergi bersama 10 kementerian/lembaga, yaitu BI, KNEKS, OJK, Kementerian Pariwisata, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Koperasi, Kementerian UMKM, Kementerian Agama, Kementerian Perdagangan, serta Kementerian ATR/BPN.
Adapun, tahun ini BPS diperkuat untuk menjangkau UMKM, start-up, dan industri halal melalui keterlibatan perbankan syariah, Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) syariah, serta sektor keuangan sosial syariah, didukung optimalisasi platform digital business matching.
Kinerja pembiayaan syariah juga didukung oleh berbagai program akselerasi, termasuk BPS yang pada 2025 mencatat realisasi Rp939 miliar atau 60 persen di atas target Rp589 miliar.
"Bank Indonesia bersama OJK dan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen mempercepat transformasi sektor syariah sebagai pilar pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya tahan," tutur Imam.
Kinerja positif juga bisa dilihat dari peningkatan pemanfaatan instrumen lindung nilai syariah yang tumbuh 86,5 persen (yoy) menjadi USD466 juta. Di sektor keuangan sosial, penyaluran ZIS melalui BAZNAS hingga Triwulan II-2025 mencapai Rp52,5 triliun, meningkat 43 persen (ytd) dibandingkan 2024 sebesar Rp36,8 triliun.