sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Sinergi BI-OJK Dorong Peran Ekonomi dan Keuangan Syariah RI

Syariah editor Rohman Wibowo
20/02/2026 06:10 WIB
Sektor syariah juga diproyeksi mampu menjadi mesin penggerak dan pendorong ekonomi potensial yang memiliki daya saing global.
Sinergi BI-OJK Dorong Peran Ekonomi dan Keuangan Syariah RI (FOTO:Dok Ist)
Sinergi BI-OJK Dorong Peran Ekonomi dan Keuangan Syariah RI (FOTO:Dok Ist)

Seperti pada 2025, capaian HVC tumbuh 6,2 persen (yoy), yang didorong peningkatan kinerja pada sektor dan makanan dan minuman halal, pariwisata ramah muslim, dan modest fashion.

"Strategi ini tidak hanya ditujukan untuk memperkuat kontribusi sektor syariah terhadap pertumbuhan dan stabilitas ekonomi, tetapi juga untuk mengakselerasi langkah Indonesia menuju pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia," kata Imam dalam sambutannya pada seminar Sharia Economic and Financial Outlook (ShEFO) 2026 di Bank Indonesia, Jakarta (13/2/2026).

Seminar ShEFO merupakan salah satu rangkaian program Bank Indonesia dalam upaya memperkuat ekonomi syariah. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan peluncuran Kajian Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia (KEKSI) 2025, serta Kick-Off Bulan Pembiayaan Syariah (BPS) 2026.

Dalam beberapa tahun terakhir, kinerja industri syariah terus menujukkan pertumbuhan positif. Salah satunya bisa dilihat dari torehan pertumbuhan yang ditopang dari rantai nilai halal berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yakni hingga 155 basis poin, dari sebelumnya 25,45 persen pada 2024 menjadi 27 persen di tahun 2025.

Adapun pada 2025, pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,66 persen (yoy), didukung penyaluran Insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) Syariah sebesar Rp35 triliun atau 4,49 persen dari batas 5,55 persen per Desember 2025, serta berbagai program akselerasi pembiayaan.

Halaman : 1 2 3 4 5
Advertisement
Advertisement