Kemudian, Inovasi blended finance melalui Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) juga tumbuh 22 persen (yoy) dengan outstanding akhir 2025 sebesar Rp1,4 triliun. Peningkatan kinerja tersebut turut ditopang oleh penguatan literasi ekonomi dan keuangan syariah yang kini mencapai 50,18 persen, hampir dua kali lipat dibandingkan 2023.
Melalui implementasi Blueprint Eksyar 2030 yang berfokus pada penguatan rantai nilai halal, optimalisasi pembiayaan, serta perluasan literasi dan inklusi, BI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen mempercepat transformasi sektor syariah sebagai pilar pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya tahan.
Sementara itu, Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan UMKM dan Keuangan Syariah OJK, Ayahandayani Kussetyowati, mengatakan, industri perbankan syariah mencatat kinerja membanggakan sepanjang 2025.
Total aset mencapai all time high atau tertinggi sepanjang masa pada posisi Rp1.067,73 triliun atau tumbuh 8,92 persen (yoy).
Sisi pembiayaan juga menunjukkan kinerja baik dengan nilai pembiayaan mencapai Rp705,22 triliun atau tumbuh 9,58 persen (yoy). Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp892,99 triliun atau tumbuh 10,14 persen (yoy).