sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Skrining Kesehatan Haji Diperketat, Menhaj: Lebih Baik Tidak Berangkat daripada Dipulangkan

Syariah editor Rohman Wibowo
08/01/2026 17:16 WIB
Kementerian Haji dan Umrah akan memperketat skrining kesehatan haji untuk keberangkatan ibadah haji tahun ini.
Skrining Kesehatan Haji Diperketat, Menhaj: Lebih Baik Tidak Berangkat daripada Dipulangkan. (Foto: MNC Media)
Skrining Kesehatan Haji Diperketat, Menhaj: Lebih Baik Tidak Berangkat daripada Dipulangkan. (Foto: MNC Media)

Irfan menekankan nyawa jamaah menjadi prioritas. Sehingga skrining kesehatan di Tanah Air menjadi keharusan bagi jamaah sebelum berangkat haji.

“Jika nanti itu ternyata diperiksa ternyata tidak layak tentu akan dipulangkan kembali, dan saya tidak ingin terjadi seperti itu. Daripada sampai di Saudi dipulangkan lebih baik tidak berangkat,” tuturnya. 

Adapun Kementerian Haji dan Umrah telah menetapkan kuota haji Indonesia 1447 Hijriah atau 2026 Masehi sebanyak 221.000 jamaah. 

Berdasarkan data pada aplikasi Nusuk Masar, kuota tersebut terdiri atas 203.320 jamaah haji reguler (92 persen) dan 17.680 jamaah haji khusus (8 persen). Sebanyak 5 persen di antaranya adalah kuota lansia. 


(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2 3 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement