IDXChannel—Kementerian Haji dan Umrah memperketat skrining kesehatan pada pelaksanaan haji tahun ini. Ini adalah imbas jumlah jamaah meninggal dunia yang tinggi pada 2026, yang juga disoroti oleh Otoritas Arab Saudi.
“Kami mengakomodasi permintaan dari Kementerian Haji Saudi, mereka ingin jamaah kita benar-benar individu yang siap secara fisik, bukan cuma secara mental saja. Fisik juga harus siap,” kata Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf dalam media briefing di Asrama Haji, Kamis (8/1/2026).
Sebagai pengingat, pada haji 2025 Kementerian Agama mencatat sebanyak 446 jamaah meninggal dunia. Terdiri dari 434 jamaah reguler dan sisanya jemaah haji khusus. Mayoritas jamaah meninggal berusia 65 tahun ke atas, yakni 286 orang.
Atensi kementerian soal kondisi kesehatan para jamaah tahun ini didasari pula dari catatan pemerintah Arab Saudi yang menyebut setengah angka meninggal dunia secara global berasal dari Indonesia.
“Pertanyaan mereka selalu bagaimana istitha’ah di Indonesia? Selalu saya jawab, insya Allah. Karena itu tim puskes haji sudah kami minta untuk benar-benar memaksimalkan standar kesehatan. Bukan berarti tahun kemarin standar kesehatan itu jelek,” ucap Irfan.