Untuk Sukuk Ijarah yang terbit pada tahun ini, perseroan akan memanfaatkannya untuk dua hal. Pertama, pembiayaan kepada PT Samudera Perkapalan Indonesia untuk membangun 2 unit kapal chemical tanker senilai Rp456,2 miliar. Kedua, untuk perseroan dalam rangka pembangunan 1 unit kapal container senilai Rp238,1 miliar.
Hingga Juni 2026, perseroan belum memanfaatkan dana itu karena proses pembayaran kepada pihak ketiga belum dilakukan. Saat ini, total dana bersih sekitar Rp694 miliar setelah dikurangi biaya emisi masih disimpan di rekening giro Bank BSI.
(Rahmat Fiansyah)