AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Tak Ada Gagal Bayar di Asuransi Syariah, Tapi Tetap Terkena Citra Negatif

SYARIAH
Hafid Fuad/Koran Sindo
Senin, 15 Februari 2021 20:30 WIB
Banyaknya kasus perusahaan asuransi gagal bayar di Indonesia membuat khawatir para pelaku asuransi syariah.
Tak Ada Gagal Bayar di Asuransi Syariah, Tapi Tetap Terkena Citra Negatif (FOTO: MNC Media)
Tak Ada Gagal Bayar di Asuransi Syariah, Tapi Tetap Terkena Citra Negatif (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Banyaknya kasus perusahaan asuransi gagal bayar di Indonesia membuat khawatir para pelaku asuransi syariah. Hal ini dikhawatirkan membawa citra negatif bagi industri asuransi syariah.

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia atau AASI Erwin Noekman mengaku khawatir dengan ramainya berita gagal bayar asuransi besar yang akan mempengaruhi citra pelaku asuransi lain khususnya bisnisnya yang lebih kecil. Dia mengkhawatirkan industri asuransi syariah akan ikut mendapatkan citra negatif dari masyarakat. 

"Walaupun gagal bayar tidak ada di asuransi syariah tapi literasi asuransi syariah masih minim. Kami khawatir terpengaruh berita negatif asuransi besar. Ini jadi tantangan kepengurusan AASI," ujar Erwin dalam sesi webinar di Jakarta, Senin (15/2/2021).

Karena itu dia menggerakkan pengurus AASI untuk melakukan kampanye positif melawan arus berita negatif. Strategi yang dipilih adalah melakukan kampanye asuransi syariah untuk tolong menolong. Menurutnya di tengah berbagai bencana saat ini minat masyarakat untuk berdonasi tinggi seperti melakukan wakaf dan membantu korban bencana. 

"Konsep proteksi bagus saat ini untuk masyarakat saling tolong menolong. Di masa pandemi dan bencana seperti ini masyarakat jadi bersemangat untuk berdonasi. Jadi ini akan terus kami kampanyekan," ujarnya.

Kinerja asuransi syariah pada Desember 2020 untuk nilai aset industri tercatat sebesar Rp44,4 triliun, yang turun 2,2% (yoy) dibandingkan dengan 2019 senilai Rp45,5 triliun. Kinerja ini dinilai masih berada dalam kondisi yang wajar, mengingat besarnya dampak pandemi Covid19 bagi perekonomian.

Industri asuransi syariah juga menutup 2020 dengan perolehan laba Rp792 miliar, yang berarti menurun hingga 80,5% (yoy) dibandingkan dengan 2019 senilai Rp4,07 triliun. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD