AALI
9650
ABBA
396
ABDA
0
ABMM
1455
ACES
1240
ACST
234
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1040
ADMF
7725
ADMG
196
ADRO
1870
AGAR
0
AGII
1525
AGRO
2080
AGRO-R
0
AGRS
177
AHAP
76
AIMS
462
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
890
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
965
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/12/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.49
0.72%
+3.62
IHSG
6573.41
0.53%
+34.91
LQ45
945.70
0.72%
+6.77
HSI
23444.23
-1.36%
-322.46
N225
27941.69
-0.31%
-87.88
NYSE
16347.87
-0.77%
-127.38
Kurs
HKD/IDR 1,847
USD/IDR 14,395
Emas
827,268 / gram

Teh Kemasan Berpotensi Haram, Cek Penjelasan MUI

SYARIAH
Indah/IDX Channel
Jum'at, 26 November 2021 08:39 WIB
Auditor halal senior LPPOM MUI Profesor Sedarnawati Yasni memberi penjelasan terkait potensi haram dari teh kemasan.
Teh Kemasan Berpotensi Haram, Cek Penjelasan MUI(Dok: okezone/shutterstock)
Teh Kemasan Berpotensi Haram, Cek Penjelasan MUI(Dok: okezone/shutterstock)

IDXChannel - Minuman teh kemasan yang kerap dikonsumsi masyarakat ternyata bisa berpotensi haram. Hal tersebut dijelaskan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI). 

Dilansir dari dari laman LPPOM MUI (14/10), auditor halal senior LPPOM MUI Profesor Sedarnawati Yasni menerangkan bahwa daun teh yang merupakan bahan nabati sejatinya tidak memiliki titik kritis. 

Namun, lain halnya jika dalam pembuatannya mencampurkan bahan tambahan lain, karena sebagaimana diketahui pembuatan teh dilakukan dengan cara fermentasi spontan sehingga tidak berpotensi haram. Fermentasi pada daun teh tidak menggunakan mikroba sebagai sumber enzim, tetapi menggunakan enzim polyphenol oksidase yang terdapat pada daun teh itu sendiri. Jika daun teh diremas, maka enzim ini akan keluar dan bereaksi dengan polifenol dan oksigen membentuk polifenol yang teroksidasi.

"Dalam proses produksi teh banyak bahan yang ikut dicampurkan. Hal itulah yang membuat teh, khususnya minuman teh kemasan, tetap wajib diwaspadai titik kehalalannya oleh konsumen Muslim. Selain dalam bentuk serbuk, di pasaran juga telah banyak beredar teh siap minum yang dikemas di dalam kotak maupun botol," jelas pakar rempah IPB tersebut dalam keterangan tertulis di laman LPPOM MUI. 

Prof Sedarnawati, yang pernah melakukan penelitian tentang minuman Cinna Alle yang terdiri dari 17 jenis rempah-rempah, menjelaskan bahwa salah satu titik kritis kehalalan pada teh terletak pada kandungan perisa yang bisa terkait beberapa hal. Adanya teh dengan berbagai rasa dan aroma, tak lepas dari faktor perisa. Misalnya teh aroma dan rasa melati, vanila, lemon, mint, dan sejenisnya.
.
Perisa adalah bahan tambahan pangan yang digunakan untuk memberikan aroma dan rasa tertentu pada makanan atau minuman. Secara umum perisa dibuat melalui pencampuran bahan-bahan kimia dan melalui pencampuran flavor alami dengan aroma kimiawi. Potensi keharaman perisa dapat disebabkan oleh karena pelarut, bahan dasar, atau bahan aditif yang digunakan. Dalam beberapa kasus, penggunaan flavor dari bahan hewani masih ditemukan pada perisa atau flavor yang menggunakan formula lama.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD