AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Terus Meningkat, Permintaan Produk Halal Global Capai USD2 Triliun

SYARIAH
Michelle Natalia
Rabu, 17 November 2021 12:44 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa permintaan konsumen terhadap produk-produk halal terus meningkat.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa permintaan konsumen terhadap produk-produk halal terus meningkat. (Foto: MNC Media)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa permintaan konsumen terhadap produk-produk halal terus meningkat. (Foto: MNC Media)


IDXChannel - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa permintaan konsumen terhadap produk-produk halal terus meningkat. Situasi ini tentunya menjadi peluang bagi Indonesia, negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia.

Berdasarkan data dari Global Islamic Finance Report, total pengeluaran masyarakat dunia untuk makanan, kosmetik, pariwisata, dan gaya hidup halal pada periode 2020–2021 mencapai USD2,02 triliun. Nilai tersebut meningkat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

"Pengembangan industri halal pun menjadi fokus Indonesia, karena bukan hanya dapat menopang perekonomian tetapi juga mendorong terciptanya keadilan sosial," ujar Sri dalam 9th ASEAN Universities International Conference on Islamic Finance (AICIF) 2021 secara virtual pada Rabu (17/11/2021).

Dia mencatat konsumsi produk-produk halal di Indonesia mencapai USD11,2 miliar pada 2019. Hal tersebut menjadikan Indonesia konsumen terbesar di dunia.

"Sangat penting untuk melanjutkan peluang ini dan membuat peran yang berarti dalam konteks permintaan yang terus tumbuh," tambahnya.

Pertumbuhan ekonomi syariah dan industri halal bukan hanya terjadi dari sisi konsumsi, tetapi kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB) pun mengalami peningkatan. Di tahun 2019, kontribusi ekonomi syariah terhadap PDB Indonesia mencapai 24,3% dan meningkat 0,5% pada tahun 2020 menjadi 24,8%.

"Pengembangan ekonomi syariah berjalan melalui sejumlah strategi, seperti akselerasi ekonomi digital, penguatan rantai pasok halal (halal supply chain), hingga penguatan investasi pangan halal," ungkapnya.

Ditambah lagi, pemerintah pun menetapkan tiga kawasan industri sebagai pusat manufaktur produk-produk halal. Ketiga kawasan industri tersebut berada di Cikande (Banten), Sidoarjo (Jawa Timur), dan Bintan (Kepulauan Riau).

Sri mengatakan, pengembangan ekonomi syariah bukan hanya bisa mengoptimalkan konsumsi dalam negeri yang besar sehingga menopang perekonomian, tetapi juga ekosistem industri halal dapat membuat Indonesia berdaya saing di pasar global juga dapat mendorong kesejahteraan masyarakat.

"Pengembangan ekonomi syariah sejalan dengan nilai Islam, fokus dalam mencapai keadilan sosial dan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD