AALI
9650
ABBA
248
ABDA
0
ABMM
2350
ACES
785
ACST
168
ACST-R
0
ADES
7125
ADHI
800
ADMF
8050
ADMG
175
ADRO
2870
AGAR
320
AGII
2080
AGRO
700
AGRO-R
0
AGRS
121
AHAP
57
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
150
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1500
AKRA
1035
AKSI
294
ALDO
875
ALKA
296
ALMI
306
ALTO
202
Market Watch
Last updated : 2022/06/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
531.18
-1.2%
-6.43
IHSG
6942.35
-0.77%
-54.11
LQ45
995.71
-1.18%
-11.93
HSI
21996.89
-1.88%
-422.08
N225
26804.60
-0.91%
-244.87
NYSE
14667.32
-1.13%
-167.98
Kurs
HKD/IDR 1,890
USD/IDR 14,848
Emas
867,193 / gram

Tetapkan Idul Adha, PBNU Bakal Gelar Rukyatul Hilal di 55 Lokasi

SYARIAH
Widya Michella
Selasa, 21 Juni 2022 14:25 WIB
LF PBNU akan gelar rukyah hilal penentuan 1 Dzulhijjah 1443 H pada 29 Juni 2022 pada 55 titik di seluruh Indonesia.
Tetapkan Idul Adha, PBNU Bakal Gelar Rukyatul Hilal di 55 Lokasi (Dok.MNC)
Tetapkan Idul Adha, PBNU Bakal Gelar Rukyatul Hilal di 55 Lokasi (Dok.MNC)

IDXChannel -Pengurus Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU), Ma'rufin Sudibyo mengatakan pihaknya akan menggelar rukyah hilal penentuan 1 Dzulhijjah 1443 H pada Rabu 29 Dzulqo'dah 1443 H yang bertepatan dengan 29 Juni 2022 pada 55 titik di seluruh Indonesia. 

"Terkait Hari raya Idul Adha, maka Nahdlatul Ulama melalui LF PBNU akan menyelenggarakan rukyah hilal penentuan 1 Dzulhijjah 1443 H pada 29 Juni 2022 sejauh ini di 55 titik,"kata Ma'rufin dalam keterangan tertulisnya kepada MNC Portal, Selasa,(21/06/2022). 

Ma'rufin menyampaikan bahwa pada Rabu 29 Dzulqo'dah 1443 H saat maghrib, di seluruh Indonesia tinggi hilal toposentrik adalah antara 1º 12' (d Merauke, Papua) hingga 3º 22' (di Lhoknga, Aceh). Sementara elongasi hilal geosentrik antara 4º 37' (Merauke) hingga 5º 41' (Lhoknga). 

Dalam pelaksanaan rukyah hilal, LF PBNU kata Ma'rufin akan menerapkan kriteria imkan rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU) sebagai landasan untuk penerimaan atau penolakan laporan rukyah hilal. Menurutnya sebuah laporan bisa diterima jika kondisi langit mendukung dan elemen posisi Bulan di tempat itu memenuhi kriteria IRNU : tinggi toposentrik minimal 3º dan elongasi geosentrik minimal 6,4º.  

"Berdasarkan pada prasyarat tersebut, maka sesungguhnya pada Rabu 29 Dzulqo'dah 1443 H kelak posisi hilal di seluruh Indonesia tidak ada yang memenuhi kriteria IRNU. Sehingga apabila terdapat laporan terlihatnya hilal, maka secara kelembagaan akan ditolak,"ujar dia.

Ma'rufin mengatakan hal ini pun berlaku bagi struktur (jamiyyah) Nahdlatul Ulama, baik di tingkat pengurus besar, propinsi (pengurus wilayah) hingga kabupaten/kota (pengurus cabang) beserta turunannya. Meski kriteria IRNU baru diterapkan per Ramadhan 1443 H lalu dan secara teknis & psikologis membutuhkan waktu untuk tersosialisasi,  maka Ketua Umum PBNU, kata Ma'rufin akan mengambil kebijakan hadidul bashar. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD