AALI
8400
ABBA
590
ABDA
0
ABMM
1200
ACES
1290
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2800
ADHI
905
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1500
AGAR
356
AGII
1395
AGRO
2570
AGRO-R
0
AGRS
228
AHAP
70
AIMS
336
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
4130
AKSI
414
ALDO
730
ALKA
254
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.94
0.12%
+0.54
IHSG
6144.82
0.03%
+2.10
LQ45
866.25
0.09%
+0.74
HSI
24192.16
-1.3%
-318.82
N225
30248.82
2.06%
+609.42
NYSE
0.00
-100%
-16352.18
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
803,749 / gram

Umrah Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Jamaah yang dengan Vaksin Sinovac?

SYARIAH
Erfan Maruf
Jum'at, 30 Juli 2021 10:06 WIB
Kedubes Arab Saudi di Jakarta membenarkan adanya surat edaran Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengenai rencana pembukaan umrah 1443 H.
Umrah Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Jamaah yang dengan Vaksin Sinovac? (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Kedubes Arab Saudi di Jakarta membenarkan adanya surat edaran Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengenai rencana pembukaan penyelenggaraan umrah pada 10 Agustus 2021. Meski begitu, pemerintah Arab Saudi masih belum menentukan syarat teknis termasuk pemberlakuan vaksin sinovac

Hal itu dikatakan Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Khoirizi bertemu dengan Dubes Saudi Esham Altsaqafi. Dengan dibukanya kembali ibadah umrah pada 1 Muharram 1443 H, Khoirizi menyampaikan harapan agar jemaah Indonesia mendapat kesempatan jika 

"Jumlah antrean jamaah umrah yang tertunda keberangkatannya cukup banyak dan sudah hampir dua tahun menunggu," kata Khoirizi dalam dalam website resmi, Kamis (29/7/2021).

Namun mengenai detail edaran tersebut, termasuk yang berkenaan Indonesia, masih terus dikoordinasikan dengan wakil Menteri Luar Negeri Arab Saudi mengenai teknis detail penyelenggaraan. 

"Tadi Dubes juga menjelaskan bahwa ketentuan kunjungan ke Arab Saudi yang berlaku saat pandemi ini bersifat umum, untuk penyelenggaraan umrah akan diatur tersendiri," sambungnya.

Sementara itu terkait vaksin Sinovac, Khoirizi menyampaikan Dubes menyebut bahwa yang terpenting adalah sudah mendapatkan persetujuan dari WHO. Dubes juga mengatakan bahwa pihaknya sangat memahami psikologi umat Islam, khususnya di Indonesia, serta kerinduan mereka untuk berkunjung ke Haramain dan berziarah ke makam baginda Rasulullah sangat tinggi.

"Oleh karena itu, kita semua berharap pandemi ini segera dapat diatasi dengan baik, sehingga bisa kembali seperti sediakala" pungkas Khoirizi. 

Sementara itu, diinformasikan sebelumnya vaksin yang diperbolehkan Arab Saudi diantaranya adalah vaksin Pfizer, Moderna, Astrazeneca dan Johnson&Johnson.

Bila mereka yang mendapat suntikan vaksin jenis Sinovac maka harus mendapat sekali lagi suntikan booster dari vaksin merek lain yang diizinkan.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD