AALI
10425
ABBA
424
ABDA
0
ABMM
1500
ACES
1405
ACST
282
ACST-R
0
ADES
2550
ADHI
1185
ADMF
7975
ADMG
228
ADRO
1860
AGAR
346
AGII
1515
AGRO
2010
AGRO-R
0
AGRS
204
AHAP
64
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
240
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
635
AKRA
4280
AKSI
430
ALDO
705
ALKA
234
ALMI
234
ALTO
308
Market Watch
Last updated : 2021/10/15 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
517.26
-0.05%
-0.28
IHSG
6633.34
0.11%
+7.22
LQ45
972.21
-0.05%
-0.45
HSI
25330.96
1.48%
+368.37
N225
29068.63
1.81%
+517.70
NYSE
16744.29
1.4%
+231.13
Kurs
HKD/IDR 1,817
USD/IDR 14,150
Emas
812,528 / gram

Waspadai Kenaikan Harga Pangan, Menkeu Ajak Ahli Ekonomi Islam Sumbang Pemikiran

SYARIAH
Rina Anggraeni
Kamis, 10 Juni 2021 09:13 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani, menyebutkan dalam masa pandemi ini tantangan perekonomian global adalah pemerataan pemulihan dan keterbatasan vaksin.
Waspadai Kenaikan Harga Pangan, Menkeu Ajak Ahli Ekonomi Islam Sumbang Pemikiran. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani, menyebutkan dalam masa pandemi ini tantangan perekonomian global adalah pemerataan pemulihan dan keterbatasan akses vaksin. Selain itu, kenaikan harga komoditas juga perlu diwaspadai, terutama untuk komoditas pangan dan tambang.

“Saya berharap seluruh jajaran para ahli ekonomi Islam Indonesia mempelajari dan memahami konteks ekonomi global dan nasional, sehingga kita terus bisa menyumbangkan pemikiran yang betul-betul bisa menjawab persoalan ekonomi Indonesia, meskipun juga dilihat dan ditekankan dari aspek nilai-nilai keislaman,” ujar Menkeu di Jakarta, Kamis (10/6/2021).

Untuk itu, Sri Mulyani meminta seluruh jajaran Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI)  ikut serta menjawab persoalan ekonomi Indonesia.

"Sebagai ikatan dari para ahli ekonomi Islam di Indonesia, tentu kita juga tidak bisa terlepas dari fenomena covid ini yang mempengaruhi ekonomi kita. Kita juga kemudian harus berpikir keras bagaimana kita semua bisa berkontribusi untuk memulihkan perekonomian,” katanya.

Dia menambahkan, jaringan IAEI terus berkembang dengan mayoritas berbasis akademisi di dalam maupun luar negeri menambah poin positif organisasi ini. Dengan jaringan yang luas, tentu konten dan kualitas akademisi di bidang ekonomi islam terus meningkat.

Dalam hal ini, pemahaman serta penguasaan teknik dan metode untuk menganalisa indikator ekonomi juga meningkat.

“Pada akhirnya, kita berharap bahwa ekonomi yang berhubungan dengan alokasi sumber daya bisa dilakukan dengan prinsip-prinsip keislaman yaitu keadilan, transparansi, integritas, dan juga dukungan terhadap mereka yang paling tidak mampu bisa diwujudkan di dalam kebijakan kita dan ini akan mencapai tujuan dari agama Islam yaitu menjadi rahmat bagi seluruh dunia, rahmatan lil alamin,” tandasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD