sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Goldman Sachs Proyeksi Capex untuk AI Lebih Besar dari Perkiraan, Bisa Capai USD1,4 Triliun

Technology editor Febrina Ratna Iskana
11/06/2026 16:00 WIB
Goldman Sachs memproyeksi perusahaan teknologi raksasa akan menghabiskan lebih banyak uang untuk AI daripada yang diperkirakan pelaku pasar.
Goldman Sachs Proyeksi Capex untuk AI Lebih Besar dari Perkiraan, Bisa Capai USD1,4 Triliun. (Foto: iNews Media Group)
Goldman Sachs Proyeksi Capex untuk AI Lebih Besar dari Perkiraan, Bisa Capai USD1,4 Triliun. (Foto: iNews Media Group)

Asumsi utama Goldman adalah bahwa permintaan akan daya komputasi AI masih dalam tahap awal. Bank tersebut memperkirakan bahwa konsumsi token meningkat 24 kali lipat hingga 2030, sebagian besar dipimpin oleh meningkatnya agen perusahaan.

Semakin banyak token membutuhkan daya komputasi yang lebih besar, yang pada gilirannya memicu permintaan akan pusat data, chip, peralatan jaringan, dan infrastruktur daya.

"Biaya input yang lebih tinggi juga memberikan tekanan ke atas pada nilai nominal belanja modal (capex) yang dibutuhkan untuk mendukung sejumlah konsumsi token tertentu," tulis para analis.

Namun, catatan tersebut menyoroti sejumlah risiko, di antaranya perusahaan-perusahaan baru-baru ini telah menandai pengeluaran token yang terkait dengan alat AI, menimbulkan pertanyaan tentang apakah peningkatan produktivitas pada akhirnya akan melebihi biaya menjalankan model yang semakin canggih.

Ketegangan ini menggarisbawahi perdebatan yang lebih luas yang terjadi di seluruh perusahaan Amerika: Perusahaan-perusahaan menghabiskan dana secara agresif untuk AI sementara masih berjuang untuk membuktikan pengembalian investasi.

Halaman : 1 2 3 4 5
Advertisement
Advertisement