Asumsi utama Goldman adalah bahwa permintaan akan daya komputasi AI masih dalam tahap awal. Bank tersebut memperkirakan bahwa konsumsi token meningkat 24 kali lipat hingga 2030, sebagian besar dipimpin oleh meningkatnya agen perusahaan.
Semakin banyak token membutuhkan daya komputasi yang lebih besar, yang pada gilirannya memicu permintaan akan pusat data, chip, peralatan jaringan, dan infrastruktur daya.
"Biaya input yang lebih tinggi juga memberikan tekanan ke atas pada nilai nominal belanja modal (capex) yang dibutuhkan untuk mendukung sejumlah konsumsi token tertentu," tulis para analis.
Namun, catatan tersebut menyoroti sejumlah risiko, di antaranya perusahaan-perusahaan baru-baru ini telah menandai pengeluaran token yang terkait dengan alat AI, menimbulkan pertanyaan tentang apakah peningkatan produktivitas pada akhirnya akan melebihi biaya menjalankan model yang semakin canggih.
Ketegangan ini menggarisbawahi perdebatan yang lebih luas yang terjadi di seluruh perusahaan Amerika: Perusahaan-perusahaan menghabiskan dana secara agresif untuk AI sementara masih berjuang untuk membuktikan pengembalian investasi.