Airbus sempat mengirim 863 pesawat pada 2019, setahun sebelum pandemi mengacaukan ekonomi global.
Investor terus memantau angka pengiriman karena maskapai penerbangan membayar sebagian besar harga pesawat saat menerima pengiriman, menjadikannya elemen kunci dalam kinerja keuangan.
Dilansir dari AFP pada Selasa (13/1/2026), Airbus menerima 1.000 pesanan pesawat pada 2025.
Boeing juga dijadwalkan untuk menerbitkan angka pengiriman dan pesanan tahunannya pekan ini.
Produsen asal Amerika Serikat (AS) tersebut mengirimkan 537 pesawat dalam 11 bulan pertama 2025, hasil terbaiknya untuk periode tersebut sejak 2018, sebelum kecelakaan dua pesawat 737 MAX membuat perusahaan tersebut mengalami krisis.
Para analis memperkirakan Boeing akan mengirimkan antara 590 dan 610 pesawat pada 2025. (Wahyu Dwi Anggoro)