"Hal ini sudah diperkirakan sebelumnya," ujarnya.
Ia mengatakan bahwa upaya restrukturisai Nissan berada di jalur yang benar, meski menghadapi dampak dari kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Nissan, produsen mobil listrik Leaf dan model mewah Infiniti, berharap dapat mencatat laba operasional pada akhir tahun fiskal 2026. Perusahaan memperkirakan mengalami kerugian operasional pada tahun fiskal 2025 sebesar 650 miliar yen. (Wahyu Dwi Anggoro)