IDXChannel - Nissan Motor Co mengumumkan kerugian bersih sebesar 533,10 miliar yen atau sekitar Rp59 triliun pada tahun fiskal 2025 yang berakhir Maret lalu.
Dilansir dari Kyodo pada Jumat (15/5/2026), ini merupakan kerugian bersih tahunan yang kedua secara berturut-turut di tengah upaya restrukturisasi besar-besaran.
Produsen mobil Jepang yang sedang berjuang ini melaporkan laba operasional sebesar 58,01 miliar yen untuk periode tersebut, turun 16,9 persen dari tahun sebelumnya, tetapi sesuai dengan perkiraan awal.
Sebelumnya, perusahaan memproyeksikan kerugian operasional sebesar 60 miliar yen sebelum merevisinya pada akhir April dengan alasan kemajuan upaya reformasi yang lebih cepat dari perkiraan awal, pelemahan yen, dan perubahan peraturan emisi di Amerika Serikat (AS)
Penjualan turun 4,9 persen menjadi 12,01 triliun yen, dengan penjualan mobil di AS turun 3,4 persen menjadi 906.000 unit.
Perusahaan, yang mencatatkan kerugian bersih sebesar 670,90 miliar yen setahun sebelumnya, telah mendorong upaya perampingan besar-besaran untuk memulihkan profitabilitas, termasuk penutupan tujuh pabrik kendaraan di Jepang dan luar negeri serta pengurangan 20.000 pekerja secara global hingga tahun fiskal 2027.
Perusahaan mengatakan dampak tarif AS terhadap laba operasinya mencapai 286 miliar yen, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya sebesar 275 miliar yen.
Selama tahun fiskal yang baru saja berakhir, penjualan global mencapai 3,15 juta unit, turun 5,8 persen dari tahun sebelumnya.
Untuk tahun fiskal saat ini hingga Maret mendatang, perusahaan memperkirakan laba bersih sebesar 20 miliar yen.
Laba operasionalnya diproyeksikan melonjak 3,4 kali lipat menjadi 200 miliar yen dengan penjualan naik 8,3 persen menjadi sebesar 13 triliun yen. (Wahyu Dwi Anggoro)