Perusahaan teknologi China dilaporkan telah memesan lebih dari dua juta unit H200 dengan harga sekitar USD27.000 atau Rp453,6 juta per chip, jauh melampaui stok Nvidia yang diperkirakan hanya 700.000 unit.
Meski China telah mengembangkan chip AI sendiri, seperti Huawei Ascend 910C, performanya dinilai masih tertinggal dari H200 untuk pelatihan model AI berskala besar.
Bloomberg melaporkan Beijing berencana menyetujui sebagian impor H200 pada kuartal ini untuk penggunaan komersial tertentu, namun tetap membatasi sektor sensitif. Kebijakan pembayaran penuh ini mencerminkan upaya Nvidia menekan risiko di tengah ketidakpastian regulasi AS-China. (Reporter: Nasywa Salsabila) (Wahyu Dwi Anggoro)