Direktur Riset Senior IDC, Nabila Popal, mengatakan bahwa tantangan utama Apple adalah menentukan keseimbangan antara menaikkan harga demi menjaga profitabilitas atau mempertahankan harga untuk memperbesar pangsa pasar.
"Pertanyaan kuncinya adalah menentukan keseimbangan strategis yang sempurna antara menaikkan harga dan mempertahankan profitabilitas atau fokus pada peningkatan pangsa pasar dengan tidak menaikkan harga," kata Nabila.
Ia memperkirakan Apple akan menaikkan harga varian Pro dan Pro Max saat peluncuran musim gugur mendatang. Namun jika tidak dilakukan, kehadiran iPhone Fold kelas premium yang diperkirakan dibanderol di atas USD2.200 atau sekitar Rp38,1 juta dapat membantu menutup sebagian kenaikan biaya.
Kinerja tersebut, termasuk proyeksi pertumbuhan penjualan 14 persen hingga 17 persen pada kuartal berjalan yang melampaui estimasi pasar, dinilai menjadi modal positif menjelang pergantian CEO pada September.
Kepala divisi perangkat keras John Ternus dijadwalkan mengambil alih posisi CEO, sementara Tim Cook akan menjabat sebagai executive chairman.