IDXChannel - Saham Apple naik 3 persen dalam perdagangan prapasar pada Jumat setelah perusahaan membukukan pertumbuhan penjualan kuartalan terbaik dalam lebih dari empat tahun.
Capaian itu mencerminkan momentum bisnis menjelang pergantian CEO baru.
Dilansir dari CNA, Jumat (1/5/2026), Seri iPhone 17 Pro terbaru serta laptop MacBook Neo yang berharga terjangkau disebut berhasil menarik minat konsumen, di tengah permintaan industri elektronik konsumen yang masih lemah akibat kenaikan harga karena kelangkaan chip memori.
Meski kinerja Apple melampaui perkiraan Wall Street, CEO yang akan mundur Tim Cook memperingatkan kenaikan biaya memori akan semakin menekan bisnis mulai Juni.
Keterbatasan pasokan prosesor canggih untuk iPhone juga membatasi kemampuan Apple memanfaatkan permintaan yang tinggi. Chip tersebut diproduksi oleh perusahaan Taiwan, TSMC, yang dikenal sebagai produsen prosesor AI utama.
Para analis menilai hubungan kuat Apple dengan para pemasok lamanya dapat memberi posisi lebih baik dibanding pesaing dalam memperoleh chip memori. Namun, perusahaan dinilai tetap berpotensi menaikkan harga produk pada akhir tahun ini.
Direktur Riset Senior IDC, Nabila Popal, mengatakan bahwa tantangan utama Apple adalah menentukan keseimbangan antara menaikkan harga demi menjaga profitabilitas atau mempertahankan harga untuk memperbesar pangsa pasar.
"Pertanyaan kuncinya adalah menentukan keseimbangan strategis yang sempurna antara menaikkan harga dan mempertahankan profitabilitas atau fokus pada peningkatan pangsa pasar dengan tidak menaikkan harga," kata Nabila.
Ia memperkirakan Apple akan menaikkan harga varian Pro dan Pro Max saat peluncuran musim gugur mendatang. Namun jika tidak dilakukan, kehadiran iPhone Fold kelas premium yang diperkirakan dibanderol di atas USD2.200 atau sekitar Rp38,1 juta dapat membantu menutup sebagian kenaikan biaya.
Kinerja tersebut, termasuk proyeksi pertumbuhan penjualan 14 persen hingga 17 persen pada kuartal berjalan yang melampaui estimasi pasar, dinilai menjadi modal positif menjelang pergantian CEO pada September.
Kepala divisi perangkat keras John Ternus dijadwalkan mengambil alih posisi CEO, sementara Tim Cook akan menjabat sebagai executive chairman.
Pergantian ini terjadi ketika Apple berupaya mengejar ketertinggalan dari Microsoft dan Alphabet yang dinilai lebih cepat menghadirkan fitur serta infrastruktur berbasis AI.
Investor diperkirakan akan memperoleh gambaran lebih jelas mengenai strategi AI Apple dalam konferensi tahunan perusahaan pada Juni mendatang.
(Reporter: Nasywa Salsabila) (Wahyu Dwi Anggoro)