AALI
9650
ABBA
296
ABDA
6325
ABMM
1390
ACES
1350
ACST
188
ACST-R
0
ADES
3590
ADHI
810
ADMF
7575
ADMG
193
ADRO
2220
AGAR
360
AGII
1450
AGRO
1455
AGRO-R
0
AGRS
149
AHAP
69
AIMS
376
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1125
AKRA
800
AKSI
690
ALDO
1365
ALKA
334
ALMI
290
ALTO
236
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.89
-1.07%
-5.41
IHSG
6575.09
-1.05%
-69.96
LQ45
938.34
-1.02%
-9.68
HSI
24105.18
-0.47%
-112.85
N225
28271.31
-0.22%
-62.21
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,330
Emas
836,852 / gram

Awas Terjebak Investasi Bodong! Cek 5 Tips Ini

YUK NABUNG SAHAM
Rista Rama Dhany
Minggu, 07 Februari 2021 07:15 WIB
Masih banyak loh orang tergiur dengan tawaran investasi yang memberikan keutungan besar dalam waktu cepat, padahal itu penipuan.
Awas Terjebak Investasi Bodong!  (FOTO: MNC Media)
Awas Terjebak Investasi Bodong! (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Masih banyak loh orang tergiur dengan tawaran investasi yang memberikan keutungan besar dalam waktu cepat, apalagi di era pandemi Covid-19 seperti sekarang.

Tapi, tidak semua tawaran investasi tersebut benar, bahkan banyak yang bodong alias penipuan. Lantas, bagaimana caranya kita tidak jadi korban peniupuan, atau bagaimana cara kita tahu investasi yang kita pilih benar-benar aman? 

Berikut 5 tips tangkal tipu-tipu investasi bodong dari Perencana Keuangan dan Bisnis, Prita Ghozie seperti dikutip dalam akun instagramnya, Mingu (7/2/2021).

Pertama menurut Prita, kita harus waspada jika penawaran investasi melebihi risk free rate. Maksudnya seperti apa? 

Hampir semua investasi bodong akan menawarkan imbal hasil yang tidak masuk akal dan luar biasa besar. Misalnya, keuntungan 5% dalam sebulan atau jumlah keuntungan bisa mencapai 40-50% dalam setahun. Padaha risk-free rate deposito setahun hanya 3,25% atau Surat Berharga Negara (SBN) seperti Kupon ORI sebesar 5,75 per tahun.

"Ya masa iya, ada investasi yang hasil pasti dan konsisten terus-terusan 50% per tahun," kata Prita.

Kedua kata Prita, perhatikan keabsahan investasi. Sebelum melakukan kegiatan investasi, pastikan legalitas perusahaan dan juga usaha yang dijaankan sesuai dengan ketentuan hukum yang beraku dan di bawah izin serta pengawasan regulator seperti Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia atau Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi ( Bappebti) Kementerian Perdagangan.

Seperti diketahui, Bappebti beberapa waktu lalu memblokir 1.191 situs pialang berjangka ilegal! OJK tahun lalu memblokir 2.591 fintech ilegal!

Ketiga, Skeptis atau negative thinking. Tidak ada salahnya berpikiran negatif terlebih dahulu terhadap tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan menggiurkan.

Kebanyakan, investasi bodong tidak akan memiiki kegiatan usaha yang jelas dan terorganisir, karena perusahaan itu hanya fokus pada pengumpulan dana dari masyarakat saja.

Contohnya seperti skema piramida, rekrut-rekrut anggota plus transfer uang tanpa kejelasan apa yang diperdagangkan. Atau skema ponzi, setor uang, dapat komisi, lalu tanpa kejelasan itu bisnis apa dan tidak jelas apa yang dijual.

Tips keempat dari Prita, mulai curiga bila sistem perekrutan mempengaruhi hasi investasi. Investasi bodong dengan sistem piramida umumnya akan menggunakan sistem perekrutan yang secara langsung mempengaruhi jumlah pendapatan, dari uang yang kita tanamkan.

Apa bedanya dengan Multi Level Marketing (MLM) seperti usaha skincare, pelangsing badan dan sebagainya? 

"Ada produk yang dijual, intinya dagang biasa. Kedua perusahaan MLM harus punya izin yakni Surat Izin Usaha Penjualan Langsung (SIUPL) dari BKPM," ungkap Prita.

Kelima, Laporan yang memadai. Maksud Prita, sebuah perusahaan investasi seharusnya memiliki laporan keuangan perusahaan yang baik dan rapi. Bagi investor pun harus bisa mengakses rekening dana nasabah dengan mudah.

"Intinya, kita harus teliti, selalu bertanya dan mempertanyakan penawaran investasi yang ditawarkan, apa keuntungan yang didapat, apa risikonya. Jadi harus waspada dan teliti sebelum berinvestasi," tutup Prita. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD