AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Lupakan Setelah Membeli, Ini Tips Memilih Saham Bagi Investor Pemula

YUK NABUNG SAHAM
Fahmi Abidin
Selasa, 11 Juni 2019 18:45 WIB
Membeli dan memilih saham yang baik bagi investor pemula tidak semudah membaca buku, misalnya setelah membeli saham adalah melupakannya. Maksudnya?
Lupakan Setelah Membeli, Ini Tips Memilih Saham Bagi Investor Pemula. (Foto; Ist)
Lupakan Setelah Membeli, Ini Tips Memilih Saham Bagi Investor Pemula. (Foto; Ist)

IDXChannel – Membeli dan memilih saham yang baik bagi investor pemula tidak semudah membaca buku, oleh karena itu, dikatakan Analis Saham Janus Financial Hendra Sihombing ada berbagai saran yang bisa dilakukan para pemula agar tidak takut untuk memulai berinvestasi di pasar modal.

Hendra menyarankan investor ritel yang ingin mengoleksi saham agar tidak terlalu memikirkan koleksinya. Apalagi jika investasinya dalam jumlah yang tidak terlalu besar. Beli lalu lupakan. Begitu Hendra memberikan kiatnya.

Lantas, emiten seperti apa yang bisa dikoleksi oleh investor pemula? Pertanyaan seperti itu tentu banyak mengemuka. Hendra menjelaskan saat ini, investor sebenarnya tidak perlu terlalu memusingkan hal tersebut. Pasalnya, saat kita membuka akun saham di perusahaan sekuritas, mereka biasanya rutin memberikan hasil riset emiten-emiten tertentu.

“Kini investor tidak perlu lagi menghabiskan waktu mempelajari laporan keuangan emiten yang menjelimet. Cukup dengan membaca ringkasan riset yang diberikan perusahaan sekuritas, investor bisa menentukan saham perusahaan apa yang ingin dikoleksi.”

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain soal kinerja yang mencakup pendapatan, laba, modal, dan rasio utang terhadap modal.

Selain itu, pemilihan saham emiten juga harus disesuaikan dengan nilai investasi. Dengan besaran investasi yang terbatas, kemungkinan untuk mengoleksi saham-saham blue chip tentu sangat kecil.

Namun, tidak sedikit pula emiten kelas menengah yang harga sahamnya masih terjangkau. Emiten-emiten jenis inilah yang bisa menjadi pertimbangan.

Bagi investor pemula, Hendra juga menyarankan untuk sebisa mungkin menghindari trading saham. Artinya, investor pemula harus menahan diri untuk memperjual belikan sahamnya. Tahapan trading bisa saja dilakukan jika investor sudah betul-betul memahami seluk beluk dunia saham. (*)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD