AALI
9300
ABBA
290
ABDA
0
ABMM
2460
ACES
745
ACST
184
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
800
ADMF
8175
ADMG
176
ADRO
3250
AGAR
298
AGII
2250
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
111
AHAP
100
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
158
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1555
AKRA
1185
AKSI
280
ALDO
730
ALKA
292
ALMI
308
ALTO
192
Market Watch
Last updated : 2022/08/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.69
-0.42%
-2.31
IHSG
7172.43
-0.2%
-14.12
LQ45
1022.99
-0.33%
-3.35
HSI
19773.03
0.05%
+9.12
N225
28930.33
-0.04%
-11.81
NYSE
0.00
-100%
-15734.11
Kurs
HKD/IDR 180
USD/IDR 14,820
Emas
835,878 / gram

AS Resesi Bikin Pengusaha Jadi Enggan Pinjam Uang ke Bank, Kok Bisa

BANKING
Advenia Elisabeth/MPI
Kamis, 28 Juli 2022 20:26 WIB
AS baru saja mengumumkan pertumbuhan produk domestik bruto(PDB)nya yang minus 0,9 persen pada triwulan II-2022 lalu.
AS Resesi Bikin Pengusaha Jadi Enggan Pinjam Uang ke Bank, Kok Bisa (foto: MNC Media)
AS Resesi Bikin Pengusaha Jadi Enggan Pinjam Uang ke Bank, Kok Bisa (foto: MNC Media)

IDXChannel - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mengklaim bahwa kondisi resesi yang sedang terjadi di Amerika Serikat (AS) bakal membawa banyak implikasi terhadap perekonomian dan dunia usaha Indonesia. Bahkan dikhawatirkan kondisi resesi bakal membuat pengusaha enggan meminjam uang ke bank.

Sebagaimana diketahui, AS baru saja mengumumkan pertumbuhan produk domestik bruto(PDB)nya yang minus 0,9 persen pada triwulan II-2022 lalu. Hal itu menjadi yang kedua kalinya secara berturut-turut, mengingat pada trwulan I-2022 pertumbuhan PDB AS juga minus. Dengan demikian, kondisi perekonomian AS resmi masuk dalam kondisi resesi.

"Kemenkeu (Kementerian Keuangan) kan sebelumnya sudah merilis, bahwa bila terjadi tekanan inflasi tinggi di AS maka berpotensi menaikkan suku bunga acuan. Saat bunga tinggi, maka konsumen dapat pengembalian yang lebih tinggi atas uang yang mereka simpan di rekening bank," ujar Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, Diana Dewi, kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (29/7/2022).

Namun, dari sisi pengusaha, Diana menyatakan bahwa tingginya bunga tentu akan membuat para pelaku usaha bakal berpikir ulang untuk meminjam dana ke bank.

"Karena bunga yang harus dibayar juga jadi lebih tinggi, sehingga minat untuk meminjam uang di bank justru akan menurun. Kondisi ini tentu akan berpengaruh juga terhadap program pemulihan ekonomi nasional yang saat ini sedang berlangsung," tutur Diana.

Diungkapkannya, kondisi perekonomian global saat ini memang masih diliputi oleh ketidakpastian. Beberapa aktivitas perekonomian di AS juga sedang terkontraksi secara signifikan. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya resesi perekonomian dunia.

"Hal ini tidak dapat dimungkiri bahwa saat ini AS adalah raksasa perekonomian dunia. Jadi bila mereka resesi, maka ekonomi dunia juga terancam akan mengalami hal yang sama," tegas Diana. (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD