“Ada lag transmisi kebijakan yang umum terjadi. Namun dampak di 2026 akan mulai terasa. Era suku bunga yang lebih rendah bisa jadi momentum perbankan untuk optimalkan struktur DPK dengan fokus pada growth dan juga menarik likuiditas murah,” kata Leonardo.
Yang dimaksud Leonardo dengan likuiditas murah adalah porsi dana tabungan dan giro dalam struktur DPK, yang dikenal sebagai Current Account Saving Account (CASA). Menurutnya, dalam konteks perbankan, komposisi dana murah tersebut masih memiliki ruang untuk dioptimalkan pada 2026.
“Fokus bank juga diarahkan perbaikan struktur funding. Peningkatan CASA dapat menurunkan cost of fund sehingga NIM perbankan masih dapat terjaga,” imbuh dia.
Dalam konteks BWS, Leonardo menilai optimalisasi bauran produk berpotensi menjadi katalis positif bagi pertumbuhan DPK, yang ditopang oleh dana murah
“Jika optimal, struktur CASA akan lebih baik dan mendongkrak daya saing bank di segmen KBMI II,” ujar Leonardo. (Aldo Fernando)