Kehadiran layanan ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi nasabah dalam bertransaksi di luar negeri, sekaligus membuka peluang bagi merchant menerima transaksi dari turis mancanegara serta memperkuat konektivitas ekonomi dan pariwisata antara Indonesia dan Cina.
Melalui skema ini, masyarakat dapat bertransaksi antarnegara secara praktis tanpa perlu menukarkan uang tunai. Langkah ini juga mampu meminimalisasi risiko volatilitas nilai tukar serta mendorong arus perdagangan dan investasi lebih efisien antarnegara.
Sebelum bekerja sama dengan China, layanan QRIS Cross Border selama ini juga telah dapat digunakan masyarakat Indonesia untuk bertransaksi di enam negara, yaitu Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, serta Cina.
"Selain itu, para turis dari enam negara tersebut juga dapat menggunakan sistem pembayaran via QR di Indonesia, dengan cara memindai kode QR dari mesin EDC BCA," ujar Hendra.
Hingga triwulan I-2026 lalu, total frekuensi transaksi QRIS Cross Border yang diproses sistem BCA diklaim Hendra telah meningkat hingga 355 persen dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada saat yang sama, nilai transaksi tercatat meningkat 318 persen secara tahunan (year on year/YoY).