AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Gubernur BI Klaim Bunga Kredit Perbankan Terus Menurun

BANKING
Michelle Natalia
Kamis, 20 Januari 2022 15:29 WIB
BI mencatat suku bunga kredit perbankan terus mengalami tren penurunan, hal ini bakal memacu pertumbuhan kredit masyarakat.
Gubernur BI Klaim Bunga Kredit Perbankan Terus Menurun (FOTO: MNC Media)
Gubernur BI Klaim Bunga Kredit Perbankan Terus Menurun (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) mencatat suku bunga kredit perbankan terus mengalami tren penurunan, hal ini bakal memacu pertumbuhan kredit masyarakat seiring kembali menggeliatnya aktivitas ekonomi di tengah pandemi covid-19.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan bahwa suku bunga kebijakan moneter yang tetap rendah dan likuiditas yang longgar mendorong suku bunga kredit perbankan dalam tren terus menurun. 

"Di pasar uang dan pasar dana, suku bunga PUAB overnight dan suku bunga deposito 1 bulan perbankan telah menurun, masing-masing sebesar 26 bps dan 131 bps sejak Desember 2020 menjadi 2,78 persen dan 2,96 persen pada Desember 2021," ujar Perry di Jakarta, Kamis(20/1/2022).

Di pasar kredit, penurunan SBDK perbankan terus berlanjut, diikuti penurunan suku bunga kredit baru pada seluruh kelompok Bank. 

"Aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat yang meningkat mendorong perbaikan persepsi risiko perbankan, sehingga berdampak positif bagi penurunan suku bunga kredit baru," sambungnya.

Namun demikian, penurunan suku bunga kredit yang jauh lebih lambat daripada penurunan suku bunga deposito perbankan menyebabkan spread antara suku bunga kredit dan deposito, serta Net Interest Margin (NIM) perbankan, terus mengalami peningkatan. 

"Oleh sebab itu, Bank Indonesia memandang peran perbankan dalam penyaluran kredit/pembiayaan termasuk melalui penurunan suku bunga kredit dapat ditingkatkan guna semakin mendorong pemulihan ekonomi nasional," tutup Perry. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD