sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Gubernur BI Ungkap Alasan Tahan Suku Bunga di Tengah Tren Pelemahan Rupiah

Banking editor Iqbal Dwi Purnama
22/07/2026 16:49 WIB
Menurut Perry, pelemahan rupiah tidak selalu harus direspons dengan menaikkan BI-Rate.
Gubernur BI Ungkap Alasan Tahan Suku Bunga di Tengah Tren Pelemahan Rupiah (Foto: iNews Media Group)
Gubernur BI Ungkap Alasan Tahan Suku Bunga di Tengah Tren Pelemahan Rupiah (Foto: iNews Media Group)

Menurut Perry, kombinasi kedua kebijakan tersebut dinilai lebih efektif dalam menarik aliran modal asing sekaligus menopang stabilitas nilai tukar rupiah dibandingkan menaikkan suku bunga acuan.

"Dengan insentif ini lebih efektif menarik investasi asing mengendalikan nilai tukar, dan tentu saja tanpa memberikan dampak kenaikan suku bunga dalam negeri, lebih efektif dari kenaikan BI Rate," ujarnya.

Perry mengatakan, penguatan bauran kebijakan moneter dilakukan agar instrumen keuangan domestik tetap kompetitif di mata investor global, terutama di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan ekspektasi percepatan kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (Fed Funds Rate).

Bank Indonesia mencatat aliran modal asing ke pasar keuangan domestik masih menunjukkan tren positif. Pada kuartal II-2026, investasi portofolio asing mencatatkan net inflows sebesar USD8,5 miliar, terutama ke instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Memasuki kuartal III-2026, arus dana asing masih berlanjut. Hingga 20 Juli 2026, pasar SBN kembali mencatat net inflows sebesar USD0,1 miliar.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement