AALI
9800
ABBA
284
ABDA
6250
ABMM
1365
ACES
1200
ACST
185
ACST-R
0
ADES
3310
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
177
ADRO
2210
AGAR
362
AGII
1430
AGRO
1260
AGRO-R
0
AGRS
151
AHAP
67
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1090
AKRA
730
AKSI
685
ALDO
1355
ALKA
300
ALMI
282
ALTO
268
Market Watch
Last updated : 2022/01/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.28
0.93%
+4.69
IHSG
6600.82
0.5%
+32.65
LQ45
946.86
0.8%
+7.52
HSI
24289.90
0.19%
+46.29
N225
27011.33
-0.44%
-120.01
NYSE
0.00
-100%
-16413.97
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,325
Emas
849,695 / gram

Gubernur BI Yakin Dunia Usaha Mulai Pulih, Ini Buktinya

BANKING
Michelle Natalia
Kamis, 16 Desember 2021 15:11 WIB
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo optimis dunia usaha mulai pulih dari dampak pandemi covid-19.
Gubernur BI Yakin Dunia Usaha Mulai Pulih, Ini Buktinya (FOTO: MNC Media)
Gubernur BI Yakin Dunia Usaha Mulai Pulih, Ini Buktinya (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo optimis dunia usaha mulai pulih dari dampak pandemi covid-19, salah satu indikatornya dengan tumbuhnya kredit perbankan pada November 2021 mencapai 4,73 persen.

Perry mengatakan bahwa ketahanan sistem keuangan tetap terjaga dan fungsi intermediasi perbankan melanjutkan perbaikan secara bertahap. 

Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio / CAR) perbankan Oktober 2021 tetap tinggi sebesar 25,30 persen, dan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan / NPL) tetap terjaga, yakni 3,22 persen (bruto) dan 1,02 persen (neto). 

"Intermediasi perbankan terus membaik dengan pertumbuhan kredit sebesar 4,73 persen (yoy) pada November 2021," ujar Perry di Jakarta, Kamis(16/12/2021). 

Pertumbuhan kredit lebih merata pada semua jenis penggunaan, baik kredit modal kerja, kredit investasi maupun kredit konsumsi, yang masing-masing tumbuh 5,38 persen (yoy), 4,30 persen (yoy), dan 4,11 persen (yoy). Dari sisi sektoral,  pertumbuhan kredit juga lebih broad based di hampir seluruh sektor perekonomian dan UMKM, mengindikasikan meningkatnya permintaan kredit sejalan dengan pemulihan aktivitas dunia usaha. 

"Dari sisi penawaran, Bank Indonesia terus menempuh kebijakan makroprudensial longgar, sementara perbankan menurunkan standar penyaluran kredit seiring dengan menurunnya persepsi risiko kredit," ungkap Perry.

Bank Indonesia terus memperkuat  sinergi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas lainnya di sektor keuangan untuk mendorong lebih lanjut peningkatan kredit dan pembiayaan perbankan kepada dunia usaha, terutama dari sisi permintaan sejalan dengan meningkatnya kegiatan ekonomi.  (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD