AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20096.96
-0.37%
-74.31
N225
26703.31
0.1%
+25.51
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Jumlah Uang beredar Selama Idul Fitri Tahun Ini Diyakini Tembus Rp250 Triliun

BANKING
Advenia Elisabeth/MPI
Rabu, 27 April 2022 11:10 WIB
geliat perekonomian nasional saat momen Idul Fitri kali ini bahkan diperkirakan bakal mampu menggerakkan total uang beredar hingga Rp250 triliun.
Jumlah Uang beredar Selama Idul Fitri Tahun Ini Diyakini Tembus Rp250 Triliun (foto: MNC Media)
Jumlah Uang beredar Selama Idul Fitri Tahun Ini Diyakini Tembus Rp250 Triliun (foto: MNC Media)

IDXChannel - Seiring dengan kebijakan pelonggaran penanganan pandemi COVID-19 oleh pemerintah dan juga datangnya momen Idul Fitri 1433 H diyakini bakal mampu menggerakkan kembali perekonomian masyarakat yang sekian waktu terakhir lesu akibat pandemi.

Tak tanggung-tanggung, geliat perekonomian nasional saat momen Idul Fitri kali ini bahkan diperkirakan bakal mampu menggerakkan total uang beredar hingga Rp250 triliun.

"Peredaran total uang tersebut naik di atas 60 persen dibanding momen Lebaran tahun lalu. Terlebih ada pembayaran THR (Tunjangan Hari Raya) penuh bagi pegawai swasta. Ini bisa memicu pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang lebih tinggi," ujar Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, kepada MNC Portal Indonesia, Rabu (27/4/2022).

Bhima menerangkan, kelas menengah atas yang lebih imun soal kenaikan harga barang atau inflasi sudah tidak sabar membelanjakan uangnya saat lebaran. Maka tak ayal jika nanti pusat perbelanjaan bakal diserbu oleh kelas menengah atas.

"Selama ini kan uangnya ditahan di bank atau deposito, harapannya sudah mulai dibelanjakan," ujar Bhima. 

Ekonom muda tersebut mengemukakan indikasi dampak Lebaran sendiri sudah dirasakan dengan adanya pemulihan sektor transportasi yang sudah terlihat sebelum Ramadhan.

Penyaluran kredit modal kerja sektor transportasi pada Januari 2022 tumbuh 9,5 persen yoy lebih tinggi dari Januari tahun sebelumnya yang hanya 5,9 persen yoy.

"Hal yang sama terjadi pada kredit investasi tumbuh 12,5 persen di periode yang sama," ujarnya. 

Bhima menambahkan, pada puncak mudik tahun ini diperkirakan sektor transportasi darat akan menjadi pilihan masyarakat karena biayanya lebih murah dibanding membawa kendaraan pribadi. Hal itu sebagai imbas dari naiknya BBM jenis Pertamax, sehingga pemudik akan memilih transportasi umum. (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD