IDXChannel - PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) berhasil mencatatkan kinerja positif di sepanjang kuartal I-2026. Perseroan meraup laba bersih Rp52,98 miliar atau tumbuh 268 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Keuangan Bank INA, Kiung Hui Ngo mengatakan, di tengah tingginya ketidakpastian global dan domestik, perseroan mampu menjaga kinerja yang solid. Hingga akhir Maret 2026, total aset Bank INA tercatat sebesar Rp31 triliun, tumbuh 27 persen secara tahunan (yoy).
Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai Rp25 triliun atau naik 22 persen yoy.
"Dari sisi likuiditas, bank masih sangat baik untuk mengelola pertumbuhan yang ada," sebut Kiung dalam Public Expose di Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Selain itu, Bank INA mencatatkan perbaikan pada struktur pendanaan dengan rasio CASA yang meningkat tajam ke level 40,07 persen dari periode tahun sebelumnya yang sebesar 37,48 persen. Penyaluran kredit Bank INA juga diungkap Kiung menunjukkan performa positif dengan realitas sebesar Rp14,78 triliun.
Lonjakan tertinggi terjadi pada segmen Kredit Konsumsi yang tumbuh menjadi Rp1,59 triliun, diikuti oleh Kredit Investasi dan Kredit Modal Kerja yang juga meningkat masing-masing menjadi Rp4,40 triliun dan Rp8,79 triliun.
Adapun rasio pinjaman terhadap simpanan atau Loan to Deposit Ratio (LDR) perseroan berada pada level yang baik yaitu 59,03 persen.
Di sisi digital, Bank INA melanjutkan pengembangan ekosistem digital binadigital yang telah dimulai sejak 2023 melalui API banking, aplikasi mobile, hingga ekspansi acceptance business dan internet business. Nilai transaksi digital meningkat tajam dari Rp22 triliun pada 2024 menjadi Rp73 triliun pada akhir 2025.
"Lompatan yang masif ini adalah sesuatu yang menjadi komitmen bank, bahwa apa yang kami kerjakan, apa yang sudah kami lakukan akan terus kami lakukan sehingga binadigital yang sudah kami luncurkan sejak tahun 2023 ini menjadi sesuatu yang akan terus mendukung ekosistem digital dan ekosistem bank secara keseluruhan," kata Kiung.
Direktur Utama Bank INA, Henry Koenaifi menambahkan, perseroan memandang prospek bisnis 2026 dengan optimisme meski tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
“Kuartal I-2026 dengan berbagai inisiatif, Bank INA berhasil menunjukkan beberapa grow yang positif sehingga kita mengharapkan dengan kehati-hatian dan dengan optimisme yang cukup maka bank akan grow sepanjang 2026 ini secara stabil,” kata Henry.
(Febrina Ratna Iskana)