Kondisi tersebut melatarbelakangi pemilihan Provinsi Lampung sebagai salah satu lokasi fokus kegiatan sosialisasi dan edukasi keuangan LPS. Kinerja literasi penjaminan simpanan di Lampung tercatat berada di bawah rata-rata nasional.
"Nah di Lampung ini, Provinsi Lampung ini termasuk yang underperform, yang di bawah rata-rata nasional. Nah ini sama, jadi kalau ditanya kenapa Lampung? Karena memang Lampung ini secara rata-rata di bawah nasional, pengetahuan mengenai LPS," tutur Anggito.
Anggito menjelaskan bahwa hasil mapping survei menunjukkan literasi penjaminan simpanan di Lampung hanya sebesar 58,6 persen, lebih rendah dibandingkan angka nasional yang sebesar 62,5 persen.
Untuk mengatasi persoalan ini, LPS telah menyusun peta jalan (roadmap) lima tahun untuk melaksanakan program edukasi keuangan berbasis pemetaan wilayah di berbagai daerah, termasuk Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Lampung.
“Lalu kami sekarang membuat roadmap ya, 5 tahun. Kita membuat program, program itu berdasarkan mapping. Nanti setelah event ini, kami akan melakukan survei, survei kembali seberapa besar manfaat dari acara ini," kata Anggito.
(Rahmat Fiansyah)