AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Mulai Januari 2022, LPS Imbau Bank Umum Gunakan Sistem Informasi SCV

BANKING
Anggie Ariesta
Sabtu, 11 Desember 2021 18:09 WIB
LPS siapkan sistem baru Single Customer View (SCV) mulai Januari 2022.
LPS siapkan sistem baru Single Customer View (SCV) mulai Januari 2022. (Foto: MNC Media)
LPS siapkan sistem baru Single Customer View (SCV) mulai Januari 2022. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyiapkan aplikasi khusus yang akan membantu pelaporan data simpanan dan penjaminan nasabah melalui sistem baru Single Customer View (SCV) mulai Januari 2022.

Single Customer View (SCV) adalah informasi menyeluruh terkait simpanan dan pinjaman setiap nasabah pada suatu bank serta nilai simpanan yang dapat dijamin sesuai dengan ketentuan program penjaminan simpanan

Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, SCV bertujuan untuk mempercepat proses rekonsiliasi dan verifikasi sehingga LPS bisa membayarkan dana nasabah dari bank yang gagal.

"SCV ada informasi menyeluruh simpanan dan pinjaman, tujuannya macem-macem untuk mempercepat rekonsiliasi dan verifikasi sehingga kita bisa membayar klaim nasabah dengan cepat," katanya dalam media workshop LPS di Bandung, Sabtu (11/12/2021).

"Target kiita 7 hari, kita ingin dipercepat lagi, kalau ada SCV kan informasi kita sudah cepat, sudah menemukan informasi dan siap-siap," imbuhnya

Maka itu, SCV dibuat untuk evaluasi cakupan penjaminan. Direktur Group Penanganan Klaim LPS, Ade Rahmat mengatakan aplikasi akan diluncurkan pada bulan ini, Desember 2021. Kemudian, bank umum akan mulai penerapannya pada Januari 2021.

Selama masa transisi hingga Januari 2021, perbankan masih diperbolehkan untuk menyerahkan laporan dalam e-laporan. "Kalau belum memahami masih bisa mengirim dalam bentuk e-laporan," tambahnya.

LPS menetapkan dua data yang wajib dilaporkan dalam SCV Client ini, yakni data ringkas per bank yang wajib dilaporkan tiap bulan dan data SCV per nasabah yang dilaporkan setahun sekali pada Mei.

Khusus data mentah dan data detail SCV per nasabah, Ade mengatakan data ini akan tetap tersimpan dalam sistem perbankan yang bersangkutan. LPS bisa meminta data tersebut, jika ada tanda-tanda bank gagal.

Ade menambahkan aplikasi SCV Client ini gratis dibagikan kepada 107 bank umum di dalam negeri. Untuk tahap percobaaan (piloting), LPS menggandeng Bank Mandiri, BTN dan BTPN Syariah.

"Semuanya hasilnya baik," kata Ade. Menurutnya, LPS meluncurkan pelaporan SCV ini dengan tujuan utama mempercepat proses rekonsiliasi dan verifikasi dalam hal pembayaran klaim.

Seperti diketahui dalam UU LPS pasal 16 ayat 3 LPS, paling lama penentuan layak bayar klaim mencapai 90 hari. SCV diharapkan dapat menekan jangka waktu hingga di bawah 90 hari atau mendekati rata-rata pembayaran klaim di perbankan negara lain, selama 7 hari.

"Dapat dibayangkan juga apabila punya simpanan di bank, kemudian ada keperluan mendesak tapi bayarnya 90 hari setelah pencabutan izin usaha," ujarnya.

Ade mengakui pimpinan LPS belum memberikan arahan konkrit. Namun, mereka berharap durasinya bisa mendekati 15 hari. Ade menambahkan SCV ini sebenarnya telah dibentuk sejak awal 2020.

Uji cobanya tahap pertama dilakukan pada Juli 2020. Kemudian, uji coba dilanjutkan hingga Juni 2021 dan diperpanjang lagi hingga Desember 2021. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD