Dari sisi kinerja, OJK mencatat penghimpunan dana melalui penawaran umum sepanjang 2025 mencapai sekitar Rp274,8 triliun, dengan kontribusi obligasi korporasi mendominasi hingga 77 persen.
Eddy menambahkan, pertumbuhan di pasar perdana perlu diimbangi dengan peningkatan likuiditas di pasar sekunder. Menurutnya, aktivitas perdagangan yang lebih aktif akan mendorong terbentuknya harga yang wajar serta meningkatkan kepercayaan investor.
"Perkembangan yang positif di pasar perdana juga perlu diimbangi dengan peningkatan duviditas di pasar sekundar. Karena itu upaya pendalaman pasar dan peningkatan aktivitas perdagangan tetap perlu terus kita perkuat bersama," katanya.
(DESI ANGRIANI)