"Saya yakin banyak dari masyarakat kita sebenarnya sedikit banyak sudah mulai tahu tentang pentingnya untuk menyiapkan dana pensiun. Tapi yang kemudian mentransfer dari pengetahuan jadi melakukan penyiapan dana pensiun itu belum banyak. Jadi itu PR kita," tutur Friderica.
Lebih lanjut, Friderica menekankan peningkatan literasi dan inklusi keuangan tidak boleh berhenti pada pemahaman maupun penggunaan produk keuangan.
Menurutnya, tujuan akhir dari peningkatan literasi dan inklusi keuangan adalah membangun ketahanan finansial (financial resilience), terutama ketika masyarakat memasuki usia pensiun.
"Tapi yang utama juga, kalau orang bilang dari financial literacy kepada financial inclusion, tapi yang utama juga bagaimana dari financial inclusion itu menjadi financial resilience, artinya ketahanan kita," katanya.
Dia menambahkan, masyarakat perlu memiliki sumber daya finansial yang memadai, baik dalam bentuk tabungan, pendapatan maupun passive income, sehingga kebutuhan hidup tetap dapat terpenuhi secara layak setelah memasuki masa pensiun.