Pada fase perdana pelaksanaannya, yakni terhitung sejak 21 Oktober hingga 31 Desember 2025, realisasi penyaluran KPP tercatat menyentuh angka Rp5,64 triliun yang dialokasikan kepada 12.175 debitur.
Komposisinya terdiri atas 1.237 nasabah dari sisi pasokan dan 10.938 nasabah dari sisi permintaan.
Adapun dalam peta penyalurannya, perbankan di bawah naungan Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara menjadi motor penggerak utama dengan kontribusi dominan mencapai Rp17,93 triliun, atau merepresentasikan 93,21 persen dari total penyerapan dana nasional.
Seturut itu, lima bank dengan angka akumulasi penyaluran KPP tertinggi secara berurutan meliputi Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebesar Rp10,18 triliun, Bank Tabungan Negara (BTN) sebesar Rp3,65 triliun, Bank Negara Indonesia (BNI) sebesar Rp2,03 triliun, Bank Syariah l Indonesia (BSI) sebesar Rp1,06 triliun, dan Bank Mandiri yang mencatatkan realisasi Rp1,02 triliun.
Selain keterlibatan Himbara, bank pembangunan daerah (BPD) beserta perbankan swasta nasional turut mengambil bagian dalam mempercepat penetrasi KPP.